Connect with us

Batam

Menko Luhut Tinjau Proyek Investasi Percepatan Pengembangan Potensi Kemaritiman di Batam

Published

on

0 0
Read Time:3 Minute, 33 Second

Batam – WAJAHBATAM.ID | Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut B. Pandjaitan mengunjungi proyek investasi di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (18/3) sekaligus menghadiri beberapa agenda antara lain meninjau area labuh jangkar di Perairan Kabil dan Batuampar, serta menghadiri peluncuran Batam Logistic Ecosystem (BLE), sekaligus melakukan penandatanganan untuk  pengolahan limbah minyak dan kegiatan usaha tank cleaning oleh PT Batam Slope and Sludge Treatment Centre (PT BSSTEC).

Tujuan kunjungan itu sendiri adalah untuk melihat secara langsung progres dari setiap proyek yang berkaitan dengan isu kemaritiman dan investasi di Batam.

“Potensi di sektor kemaritiman, khususnya di Batam, Kepulauan Riau ini besar sekali dan perlu kita dukung percepatannya. Kehadiran pemerintah, dalam hal ini, memang diperlukan dan Kepulauan Riau ini sudah jadi salah satu provinsi yang proyek di sektor kemaritimannya mau kita percepat,” kata Menko Luhut waktu sampai di Batam.

Menko Luhut jadir di Batam didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Kepala BP Batam Muhammad Rudi, jajaran TNI dan Polri, serta jajaran pemerintah daerah setempat.

Menko Luhut sewampai di Batam langsung meninjau area labuh jangkar yang terletak di Perairan Kabil dan Batuampar. Tinjauan tersebut dilakukan dengan seluruh jajaran menteri menggunakan helikopter.

“Kita akan menambahkan jasa labuh jangkar, khususnya didaerah yang telah kita kunjungi ini. Dan akan kita percepat agar kapal yang berlalu lalang diwilayah ini dapat memanfaatkan jasa labuh jangkar kita,” lanjut Menko Luhut.

Muhammad Rudi Dukung BLE Jadi Pilot Project Nasional

Dalam Peluncuran BLE, menteri Luhut mengungkapkan bahwa hal tersebut merupakan langkah awal untuk menyederhanakan  proses logistik di pelabuhan Indonesia, khususnya Batam, mempersingkat waktu layanan, dan akan  berlaku selama 24 jam per minggu.

“BLE ini diharapkan mampu mendorong lebih banyak investasi masuk, sehingga akan memberikan dampak yang baik untuk pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan di Batam, secara khusus dan Provinsi Kepulauan Riau pada umumnya”, Menko Luhut menyampaikan dalam sambutannya secara langsung di Kantor Badan Pengusahaan Batam (BP Batam).

Dalam pertemuan itu Menkeu Sri Mulyani juga mengatakan “BLE ini juga kita jadikan percontohan untuk pelabuhan besar kita lainnya. Dengan sistem seperti ini tidak ada lagi yang namanya pungutan liar dan sistem bisnis yang menyulitkan”

Ditpam BP Batam Terus Lakukan Program One Day One Target

Melanjutkan pembahasan ini Menko Luhut, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, juga menjelaskan bahwa dengan hadirnya BLE ini dapat mendukung kegiatan ekspor dan impor akan lebih baik lagi dan lebih menjadikan sistem yang ringkas dan aman, disamping dapat menurunkan biaya logistik nasional. Selain itu, sistem ini juga akan diduplikasi untuk berbagai pelabuhan di Indonesia agar tercipta sistem logistik nasional yang terintegrasi.

“Saya menginginkan bahwa penurunan biaya logistik nasional yang ditargetkan turun dari 23,5% menjadi sekitar 17% pada tahun 2024 sebagaimana tercantum dalam Perpres No. 18 Tahun 2020 yang sesuai dengan RPJMN 2020-2024 dapat kita percepat capaiannya. Demikian juga dengan Inpres No. 5 tahun 2020  tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional dapat kita selesaikan sebelum tahun 2024,” ujar Menko Luhut.

Setelah peluncuran BLE, Menko Luhut melanjutkan kunjungannya untuk penandatanganan dan pengoperasian pengoperasian fasilitas limbah minyak B3 dan tank cleaning di PT BSSTEC yang

pada kunjungannya Menko Luhut mengamati berbagai fasilitas pengolahan limbah cair dan padat berupa Sludge Storage, Processing Pit, Power Generation System, Emergency Generator, Oil Storage, dengan kapasitas pengolahan limbah minyak sebesar 40 MT per hari.

“Ini merupakan bagian dari upaya kita untuk menjaga lingkungan kita dengan penyediaan layanan untuk mengolah limbah minyak dari kegiatan perkapalan dan pelabuhan sehingga dapat mengurangi potensi pembuangan limbah secara ilegal di laut,” sambut Menko Luhut dalam pidatonya di PT BSSTEC. “Saya berharap bahwa realisasi investasi PT BSSTEC bernilai sekitar 1.8 Trilyun dari rencana total investasi 7,2 trilyun ini bisa membawa angin segar bagi tumbuhnya perekonomian kita yang telah terdampak oleh pandemi Covid-19,” katanya.

Adanya pengoperasian dari PT BSSTEC juga mampu menampung tenaga kerja di sekitar Batam, sehingga memberikan dampak pada pengurangan pengangguran yang berimplikasi pada peningkatan pendapatan masyarakat, serta mendatangkan devisa bagi negara.

Diakhir kunjungan di PT BSSTEC, Menko Luhut kembali berpesan kepada seluruh kementerian atau lembaga terkait lainnya untuk menjaga iklim berusaha di Kawasan Batam menjadi lebih kondusif dan mendorong lebih banyak lagi investasi dengan memberikan layanan terbaik bagi para investor. (Rilis Kemenko Marves)

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %

Batam

Gesa Implementasi Green Port, Kemenko Marves dan BP Batam Gelar Rakor Pengelolaan Limbah B3

Published

on

0 0
Read Time:2 Minute, 19 Second

Wajahbatam.id – BP203 | Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian dan Pengelolaan Limbah B3 dari Kegiatan Perkapalan dan Pelabuhan bersama Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) pada Kamis (2/12/2021). Kegiatan ini dihelat di Balairung Sari BP Batam.

Rakor dibuka oleh Plh. Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Enoh Suharto Pranoto dan dipandu oleh Penasihat Menteri Bidang Pertahanan dan Keamanan Maritim, Laksamana TNI (Purn.) Prof. Dr. Marsetio.

Rakor ini dilaksanakan dalam rangka koordinasi, pengendalian dan pengelolaan limbah B3 pada kegiatan perkapalan untuk mengakselerasi kegiatan investasi di Batam.

Penasihat Menteri Bidang Pertahanan dan Keamanan Maritim, Laksamana TNI (Purn.) Prof. Dr. Marsetio berkesempatan untuk menyampaikan poin penting pada gelaran konferensi mengenai perubahan iklim terbesar dan terpenting di dunia, The 26th UN Climate Change Conference of the Parties (COP26) oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Dimana diantaranya adalah menghentikan pemanasan global dan contoh-contoh kerja nyata dalam pengendalian perubahan iklim.

Poin-poin tersebut juga dijadikan acuan dasar pembahasan pengendalian dan pengelolaan limbah B3 pada kegiatan perkapalan di Provinsi Kepulauan Riau, khususnya Batam, mengingat topik lingkungan maritim juga menjadi perhatian utama Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

“Oleh karena itu, sebagai salah satu daerah strategis di Indonesia, implementasi Green Port di pelabuhan Batam harus digesa. Dan ini membutuhkan Perda, Pergub Kepri dan Perka BP Batam agar sesuai dengan standard International Maritime Organization (IMO) tentang pembuangan limbah B3,” tegas Marsetio.

Pengelolaan limbah yang baik ini, lanjut Marsetio, juga akan mempengaruhi pariwisata di Provinsi Kepulauan Riau dan Kota Batam yang linier dengan kenaikan tingkat perekonomian daerah.

“Bila lingkungan bebas limbah dan sarana pelabuhan sudah lengkap, pariwisata kita akan baik, begitu juga perekonomian dan gairah investasi akan meningkat,” ujar Marsetio.

Menanggapi hal tersebut, Plh. Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Enoh Suharto Pranoto mengatakan, BP Batam akan melakukan inspeksi lebih lanjut terhadap perusahaan yang terdaftar dalam Kawasan Pengolahan Limbah Industri Bahan Berbahaya dan Beracun (KPLI-B3) Kabil.

Menurutnya, dengan sinergitas positif yang terjalin, baik instansi vertikal maupun horizontal, permasalahan limbah dapat terselesaikan dengan baik dan Green Port di Batam dapat diwujudkan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke dua perusahaan di Batam, yaitu PT. BSSTEC dan PT. Mega Green.

Turut hadir dalam acara, Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Konektivitas Kemenko Marves, Sahat Manaor Panggabean; Perwakilan Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah Limbah dan B3 serta Direktorat Jenderal Penegakan Hukum, Lingkungan dan Kehutanan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup; Asisten II Ekonomi Pembangunan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Syamsul Bahrum; Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Buralimar; Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Dendi Gustinandar; General Manager Unit Usaha Pengelolaan Lingkungan, Iyus Rusmana; dan perwakilan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam.

Batam, 3 Desember 2021

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol
Badan Pengusahaan Batam
Ariastuty Sirait

Website: www.bpbatam.go.id
Email: humas@bpbatam.go.id
Twitter: @bp_batam
Facebook: BIFZA
Instagram: BPBatam
Youtube: BPBatam

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Continue Reading

Batam

Artis K-POP Direncanakan Hadiri Ground Breaking PKS KPBU Hang Nadim

Published

on

By

0 0
Read Time:2 Minute, 5 Second

WAJAH BATAM | BATAM –  Kehadiran boy band BTS yang juga dikenal sebagai Bangtan Boys yang merupakan grup vokal pria asal Korea Selatan, diberitakan sebelumnya akan hadir ke Batam bersempena dengan Penandatanganan Kerja Sama (PKS) antara BP Batam dengan Konsorsium Angkasa Pura I (Persero) – Incheon International Airport Corporation (IIAC) – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait, mengatakan nama BTS sendiri, memang sempat disebutkan dalam pertemuan khusus BP Batam dengan pihak Konsorsium, jelang persiapan pelaksanaan PKS yang rencana akan dilaksanakan ada 21 Desember 2021.

Namun setelah dilakukan koordinasi lebih lanjut, boy band BTS yang memiliki penggemar luar biasa di Indonesia bahkan di dunia internasional, memiliki schedule atau jadwal yang padat selama satu tahun kedepan. Dengan kondisi ini, maka pihak Incheon International Airport Corporation (IIAC) mengajukan artis K-POP lainnya untuk hadir dalam agenda berikutnya yakni ground breaking ceremony.

“Memang nama BTS sempat disebutkan dalam pertemuan. Namun setelah koordinasi (pihak Incheon Korea) diperoleh informasi bahwa jadwal BTS full sampai tahun depan, sehingga mereka (Pihak Incheon Korea) usulkan artis K-POP lainnya untuk hadir dalam sesi ground breaking nanti.” Kata Tuty.

Ariastuty menjelaskan, ground breaking akan dilaksanakan pada tahun depan. Sementara pelaksanaan penandatanganan PKS direncanakan pada tanggal 21 Desember 2021 akan dihadiri oleh Menteri Perhubungan Korea Selatan dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI.

Lebih lanjut Tuty mengatakan, pelaksanaan ground breaking ceremony akan diselenggarakan pada pertengahan tahun 2022 dan akan menghadirkan artis K-POP (Korean pop atau Pop Korea). Saat ditanya lebih lanjut siapa artis K-POP pengganti BTS, Ariastuty tersenyum dan meminta penggemar K-POP di Batam Indonesia bersabar.

“Kita tunggu bersama ya, bagaimana keputusan pihak Korea.” Ungkap Tuty.

Seperti diketahui, melalui keterangan Kepala BP Batam Muhammad Rudi dalam Siaran Pers, hubungan Batam Indonesia dengan Korea Selatan akan semakin terukir setidaknya selama 25 tahun kedepan, dikukuhkan dengan proyek Kerjasama BP Batam untuk Bandara Hang Nadim melalui skema Badan Usaha KPBU Hang Nadim dengan pemenang lelang yakni (Konsorsium AP1-IIAC-WIKA) PT. Angkasa Pura 1, Incheon International Airport Corporation dan PT. Wijaya Karya, meliputi pengembangan, pembangunan dan pengoperasian Bandar Udara Hang Nadim.

Konsesi dilaksanakan dalam waktu 25 tahun dengan penerimaan yang akan diperoleh BP Batam adalah berupa infrastruktur terminal 1 dan terminal 2, revenue sharing operasional umum dan revenue sharing cargo.

Diharapkan KPBU Bandara Hang Nadim dapat mengelola bandara secara lebih profesional guna mendukung Batam sebagai hub logistic yang akan memberikan multiplier effect bagi sektor-sektor lain yang nantinya akan terakumulasi memacu daya saing Batam di kancah internasional, termasuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi Batam dan Indonesia. (na)

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Continue Reading

Batam

BP Batam Paparkan KEK Kesehatan Internasional Sekupang pada Insight Webinar di Singapura

Published

on

By

0 0
Read Time:2 Minute, 22 Second

WAJAH BATAM | BATAM –  | Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) paparkan KEK Kesehatan Internasional Sekupang pada Insight Webinar Investment Opportunities in Riau Island kegiatan ini dikemas dalam sebuah webinar yang digelar oleh KBRI Singapura, BKPM Singapura serta Bank Indonesia Singapura dan Kepri, pada Rabu (1/12/2021).

Selain BP Batam, webinar ini juga diikuti oleh BP Bintan dan BP Karimun, serta Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau yang masing-masing memaparkan perkembangan kondisi ekonomi, sumber daya manusia dan rencana proyek pembangunan.

Kepala Implementasi Kebijakan Ekonomi Daerah Bank Indonesia Kepulauan Riau, Mualam Noor, menyampaikan tujuan diselenggarakannya Insight Webinar, yang merupakan kolaborasi antara BI Kepri dan BI Singapura, adalah untuk memfasilitasi daerah agar dapat menarik perhatian investor untuk berinvestasi.

“Saat ini kita memfasilitasi kepada daerah-daerah, seperti BP Batam, BP Bintan, dan BP Karimun yang telah memiliki proyek yang sudah clean and clear agar dapat memaparkan serta menarik investor untuk berinvestasi di daerah, khususnya di Kepulauan Riau. Kegiatan ini bersifat bilateral antara Singapura dengan Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Mualam Noor.

Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, menyampaikan kerja sama dengan perwakilan Indonesia di luar negeri yaitu KBRI, BKPM dan juga Bank Indonesia, di tengah pandemi yang membatasi ruang gerak, tetap berusaha melakukan upaya promosi peluang investasi yang ada di Batam ke dunia luar dengan menjalin kerja sama dengan pihak-pihak tersebut.

“Jadi dari kegiatan tahun ini saja dengan Bank Indonesia dan juga dengan BKPM, KBRI dan KJRI, kita sudah 4 kali yaitu di London, Abu Dhabi, Sydney dan Singapura melaksanakan kegiatan seminar/webinar seperti ini, dan alhamdulilah sudah ada beberapa pihak yang menghubungi kita secara langsung dengan menyatakan ketertarikan mereka, bahkan sudah ada yang menyatakan letter of intent (LoI) kepada BP Batam. Jadi surat ketertarikan secara tertulis sudah dikirimkan kepada BP Batam dan kita sudah tindaklanjuti. Mudah-mudahan tahun depan kita bisa mendapatkan investasi yang baru yang berasal dari kegiatan webinar seperti sekarang ini demi kemajuan Kota Batam,” kata Ariastuty Sirait.

Sementara itu Kepala Pusat Pengembangan KPBPBB dan KEK BP Batam, Irfan Syakir Widyasa menyampaikan, BP Batam terus gencar melakukan promosi investasi proyek unggulan di Batam.

“Hari ini kita mengangkat KEK Kesehatan Internasional Sekupang, projek ini pada masterplannya sudah cukup lengkap yang dikembangkan dengan 3 konsep, yaitu medical, tourism and education dan unsurnya sudah sangat lengkap sekali. Di mana pada tourism sendiri sudah mewakili untuk mendukung pengembangan wisata dengan kerangka dasar 5A, yaitu attractions, accessibility, accommodation, amenities and activities. Saat ini pada dunia pendidikan kita juga sudah melakukan kerja sama dengan Thumbay Group UEA untuk mendirikan Universitas Kedokteran Internasional yang nantinya akan menarik mahasiswa dari 30 negara,” ujar Irfan.

Peserta pada insight webinar ini, antara lain Badan Pengusahaan di Kepulauan Riau, Pemerintah Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta para calon Investor yang berasal dari Negara Singapura yang berasal dari Singapore Business Federation dan Enterprise Singapore. (cc)

 

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Continue Reading

Trending