Connect with us
BP BATAM LMS

Batam

DUGAAN KECURANGAN OMBUDSMAN KEPRI KEMBALI DISOROT

Published

on

0 0
Read Time:4 Minute, 12 Second

WAJAHBATAM.ID | BATAM  (27/05/2018 ) – Para peserta seleleksi KP Ombudsman RI kembali menyorot dugaan kecu8rangan yang dilakukan pansel Ombudsman RI beberapa hari lalu.
Berita Terkait : Ta’in Komari : Ada Indikasi Titipan Pejabat
 
Tain Komari. S.Sos melalui unggahannya di akun sosial media pribadinya untuk kedua kalinya mengirim Surat Terbuka yang dialamatkan kepada ketua Ombudsman RI
Bpk. Prof. Amzulian Rifai, SH. LLM. PHD (27/5/2018).
Dalam surat terbuka tersebut dinyatakan bahwa ada temuan-temuan untuk memperkuat dugaan tersebut antara lain

  1. Bahwa pada saat registrasi kehadiran untuk mengikuti TES TERTULIS tanggal 22 Mei 2018, seorang calon HERMAN PRASETYO, SE.Ak. MM. tidak mampu menunjukkan ijazah asli, dan menyatakan bahwa ijazah yang bersangkutan berada di Jakarta dan gak mungkin dapat ditunjukkan pada hari tersebut. LOGIKAnya Sdr. Herman Prasetyo langsung didiskualifikasi karena dalam pengumuman hasil seleksi administrasi tanggal 18 Mei 2018 jelas-jelas peserta diwajibkan menunjukkan KTP asli, Ijazah Asli, SKCK asli dan lainnya pada saat mau mengikuti ujian tertulis tersebut. Namun Sdr. Herman Prasetyo tetap diperkenankan mengikuti ujian tertulis, bahkan secara hitungan waktu sangat tidak mungkin mampu menunjukkan ijazah asli karena berada di jakarta, yang bersangkutan dinyatakan lulus ujian TES TERTULIS dan berhak mengikuti tes selanjutnya.

Hasil penelusuran yang kami temukan bahwa Sdr. HERMAN PRASETYO adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) daerah Provinsi Kepri dengan jabatan SEKRETARIS Kantor KESBANGPOL & LINMAS PROVINSI KEPRI. Sebuah jabatan yang cukup prestisius dalam karier sebagai ASN karena selangkah lagi dapat menduduki jabatan Kepala Dinas/OPD. Dalam hal pendapatan ‘take home pay’ dapat mencapai 20 sampai 25 juta rupiah perbulan bahkan lebih.
Hal ini yang kemudian menimbulkan pertanyaan besar bagi kami peserta lainnya, mengapa Sdr. HERMAN PRASETYO yang sudah memiliki jabatan prestise dengan pendapatan cukup besar justru mengikuti seleksi jabatan Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri yang pendapatannya jauh lebih kecil berkisar 10 sampai 15 juta perbulan. Dari pandangan karier sebagai ASN, Herman Prasetyo juga masih memiliki kesempatan merai jabatan-jabatan struktural lainnya. Sangat rugi jika dibandingkan dengan jabatan Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri yang hanya sampai 5 tahun.
Jadi apa orientasi Sdr. HERMAN PRASETYO ikut dalam seleksi CALON KEPALA PERWAKILAN OMBUDSMAN RI PROVINSI KEPRI sangat patut digali dan pertanyakan lebih dalam..? Apakah yang bersangkutan benar-benar menginginkan jabatan KP Ombudsman tersebut atau ada maksud lain…? Monggo silahkan, Ketua Ombudsman RI dan Komisioner lainnya menilai sendiri, jika unsur pemerintah yang menjadi Kepala Perwakilan, Ombudsman Provinsi Kepri apakah akan mampu memenuhi ekspekstasi publik dan berjalan sebagaimana mestinya..?’ karena status yang bersangkutan masih ASN, kecuali dia keluar dari ASN.

  1. Bahwa pada saat dilaksanakan TES TERTULIS tersebut, beberapa kejanggalan yang seperti disengaja PANSEL untuk memberikan ruang dan toleransi kepada seorang calon yang melanggar tata tertib ujian. Pansel sebelumnya sudah menyampaikan bahwa peserta dilarang meninggalkan tempat ujian sampai waktu ujian habis, ujian yang dilakukan dua sesi pilian dan isian akan diberikan waktu jedah istirahat selama 15 menit dengan masing-masing ujian 60 menit dan 45 menit. Peserta yang sudah selesai mengerjakan soal hanya diperbolehkan menyerahkan kepada Pansel dalam waktu kurang dari 5 menit dari waktu ujian berakhir.

Kenyataannya menimbulkan kejanggalan, Pansel mempercepat waktu istirahat hanya menjadi 5 menit dari yang semestinya 15 menit sebagaimana pembacaan tata tertib oleh pansel sebelum ujian dimulai. Selain itu, dua peserta mengumpulkan hasil ujian pada hitungan waktu di sekitar 10 menit sebelum waktu ujian berakhir, yakni Sdr. LAGAT PARROHA PATAR SIADARI, SE, MH. yang kemudian disusul Sdr. ARHAM.
Maka semestinya keduanya diberikan sanksi DISKUALIFIKASI karena melanggar tata tertib ujian yang sudah dibacakan Pansel sebelumnya. Nyatanya mereka berdua justru termasuk yang dinyatakan lulus TES TERTULIS dan mengikuti tes selanjutnya. Jadi ada apa dengan Pansel ini..?
Penelusuran lebih lanjut ternyata, Sdr. LAGAT PARROHA PATAR SIADARI siang itu tanggal 22 Mei 2018 harus mengikuti Tes Psikologi Seleksi CALON BAWASLU PROVINSI KEPRI di Mapolda Kepri. Sehingga ada kemungkinan Pansel yang memangkas waktu istirahat dari 15 menit menjadi hanya 5 menit dan memberikan toleransi penyerahan hasil ujian 10 menit sebelum waktu habis adalah suatu bentuk bantuan khusus Pansel kepada Sdr. LAGAT PARROHA PATAR SIADARI agar dapat segera pergi ke Mapolda Kepri untuk mengikuti Tes Psikologi seleksi Calon Bawaslu Provinsi Kepri tersebut.
Hal tersebut juga menunjukkan bahwa Sdr. LAGAT PARROHA PATAR SIADARI tidak memiliki kemantapan dan keseriusan untuk menduduki Jabatan KEPALA PERWAKILAN OMBUDSMAN RI PROVINSI KEPRI, dengan menduakan niat mengikuti seleksi posisi jabatan di kelembagaan lainnya. Di Seleksi Bawaslu, Sdr. Lagat juga lulus.

  1. Sementara, Sdr. Azwardi, Ssos. MH – kami belum memiliki referensi apa-apa karena menang tidak mengenal yang bersangkutan lebih dalam.

Demikian surat pengaduan lanjutan sebagai kelengkapan laporan dan pengaduan sebelumnya tertanggal 25 Mei 2018, sehingga sebagai usulan kami dalam surat pengaduan pertama itu dapat dijadikan pertimbangan untuk melakukan melakukan ujian terhadap 10 calon yang sudah lolos seleksi, kecuali tiga nama yang jelas-jelas tidak melanggar dan tidak memenuhi ketentuan dipersyaratkan pansel, demikian Tain Komari, SS
Dalam hal yang sama, Amir Mahmud. SH yang juga sebagai salah satu peserta ketika media ini mengkonfirmasi bahwa Ujian tertulis yang berlangsung saat itu memang penuh kejanggalan-kejanggalan dan dirasa Pansel KP Ombudsman Kepri seharusnya di ulang demi pelaksanaan transparansi dan akuntabilitasi dalam mendapatkan KP Ombudsman yang benar-benar sesuai sebagaimana yang diharapkan.
 
 

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Advertisement
Click to comment

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Batam

Gesa Implementasi Green Port, Kemenko Marves dan BP Batam Gelar Rakor Pengelolaan Limbah B3

Published

on

0 0
Read Time:2 Minute, 19 Second

Wajahbatam.id – BP203 | Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian dan Pengelolaan Limbah B3 dari Kegiatan Perkapalan dan Pelabuhan bersama Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) pada Kamis (2/12/2021). Kegiatan ini dihelat di Balairung Sari BP Batam.

Rakor dibuka oleh Plh. Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Enoh Suharto Pranoto dan dipandu oleh Penasihat Menteri Bidang Pertahanan dan Keamanan Maritim, Laksamana TNI (Purn.) Prof. Dr. Marsetio.

Rakor ini dilaksanakan dalam rangka koordinasi, pengendalian dan pengelolaan limbah B3 pada kegiatan perkapalan untuk mengakselerasi kegiatan investasi di Batam.

Penasihat Menteri Bidang Pertahanan dan Keamanan Maritim, Laksamana TNI (Purn.) Prof. Dr. Marsetio berkesempatan untuk menyampaikan poin penting pada gelaran konferensi mengenai perubahan iklim terbesar dan terpenting di dunia, The 26th UN Climate Change Conference of the Parties (COP26) oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Dimana diantaranya adalah menghentikan pemanasan global dan contoh-contoh kerja nyata dalam pengendalian perubahan iklim.

Poin-poin tersebut juga dijadikan acuan dasar pembahasan pengendalian dan pengelolaan limbah B3 pada kegiatan perkapalan di Provinsi Kepulauan Riau, khususnya Batam, mengingat topik lingkungan maritim juga menjadi perhatian utama Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

“Oleh karena itu, sebagai salah satu daerah strategis di Indonesia, implementasi Green Port di pelabuhan Batam harus digesa. Dan ini membutuhkan Perda, Pergub Kepri dan Perka BP Batam agar sesuai dengan standard International Maritime Organization (IMO) tentang pembuangan limbah B3,” tegas Marsetio.

Pengelolaan limbah yang baik ini, lanjut Marsetio, juga akan mempengaruhi pariwisata di Provinsi Kepulauan Riau dan Kota Batam yang linier dengan kenaikan tingkat perekonomian daerah.

“Bila lingkungan bebas limbah dan sarana pelabuhan sudah lengkap, pariwisata kita akan baik, begitu juga perekonomian dan gairah investasi akan meningkat,” ujar Marsetio.

Menanggapi hal tersebut, Plh. Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Enoh Suharto Pranoto mengatakan, BP Batam akan melakukan inspeksi lebih lanjut terhadap perusahaan yang terdaftar dalam Kawasan Pengolahan Limbah Industri Bahan Berbahaya dan Beracun (KPLI-B3) Kabil.

Menurutnya, dengan sinergitas positif yang terjalin, baik instansi vertikal maupun horizontal, permasalahan limbah dapat terselesaikan dengan baik dan Green Port di Batam dapat diwujudkan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke dua perusahaan di Batam, yaitu PT. BSSTEC dan PT. Mega Green.

Turut hadir dalam acara, Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Konektivitas Kemenko Marves, Sahat Manaor Panggabean; Perwakilan Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah Limbah dan B3 serta Direktorat Jenderal Penegakan Hukum, Lingkungan dan Kehutanan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup; Asisten II Ekonomi Pembangunan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Syamsul Bahrum; Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Buralimar; Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Dendi Gustinandar; General Manager Unit Usaha Pengelolaan Lingkungan, Iyus Rusmana; dan perwakilan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam.

Batam, 3 Desember 2021

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol
Badan Pengusahaan Batam
Ariastuty Sirait

Website: www.bpbatam.go.id
Email: humas@bpbatam.go.id
Twitter: @bp_batam
Facebook: BIFZA
Instagram: BPBatam
Youtube: BPBatam

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Continue Reading

Batam

Artis K-POP Direncanakan Hadiri Ground Breaking PKS KPBU Hang Nadim

Published

on

By

0 0
Read Time:2 Minute, 5 Second

WAJAH BATAM | BATAM –  Kehadiran boy band BTS yang juga dikenal sebagai Bangtan Boys yang merupakan grup vokal pria asal Korea Selatan, diberitakan sebelumnya akan hadir ke Batam bersempena dengan Penandatanganan Kerja Sama (PKS) antara BP Batam dengan Konsorsium Angkasa Pura I (Persero) – Incheon International Airport Corporation (IIAC) – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait, mengatakan nama BTS sendiri, memang sempat disebutkan dalam pertemuan khusus BP Batam dengan pihak Konsorsium, jelang persiapan pelaksanaan PKS yang rencana akan dilaksanakan ada 21 Desember 2021.

Namun setelah dilakukan koordinasi lebih lanjut, boy band BTS yang memiliki penggemar luar biasa di Indonesia bahkan di dunia internasional, memiliki schedule atau jadwal yang padat selama satu tahun kedepan. Dengan kondisi ini, maka pihak Incheon International Airport Corporation (IIAC) mengajukan artis K-POP lainnya untuk hadir dalam agenda berikutnya yakni ground breaking ceremony.

“Memang nama BTS sempat disebutkan dalam pertemuan. Namun setelah koordinasi (pihak Incheon Korea) diperoleh informasi bahwa jadwal BTS full sampai tahun depan, sehingga mereka (Pihak Incheon Korea) usulkan artis K-POP lainnya untuk hadir dalam sesi ground breaking nanti.” Kata Tuty.

Ariastuty menjelaskan, ground breaking akan dilaksanakan pada tahun depan. Sementara pelaksanaan penandatanganan PKS direncanakan pada tanggal 21 Desember 2021 akan dihadiri oleh Menteri Perhubungan Korea Selatan dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI.

Lebih lanjut Tuty mengatakan, pelaksanaan ground breaking ceremony akan diselenggarakan pada pertengahan tahun 2022 dan akan menghadirkan artis K-POP (Korean pop atau Pop Korea). Saat ditanya lebih lanjut siapa artis K-POP pengganti BTS, Ariastuty tersenyum dan meminta penggemar K-POP di Batam Indonesia bersabar.

“Kita tunggu bersama ya, bagaimana keputusan pihak Korea.” Ungkap Tuty.

Seperti diketahui, melalui keterangan Kepala BP Batam Muhammad Rudi dalam Siaran Pers, hubungan Batam Indonesia dengan Korea Selatan akan semakin terukir setidaknya selama 25 tahun kedepan, dikukuhkan dengan proyek Kerjasama BP Batam untuk Bandara Hang Nadim melalui skema Badan Usaha KPBU Hang Nadim dengan pemenang lelang yakni (Konsorsium AP1-IIAC-WIKA) PT. Angkasa Pura 1, Incheon International Airport Corporation dan PT. Wijaya Karya, meliputi pengembangan, pembangunan dan pengoperasian Bandar Udara Hang Nadim.

Konsesi dilaksanakan dalam waktu 25 tahun dengan penerimaan yang akan diperoleh BP Batam adalah berupa infrastruktur terminal 1 dan terminal 2, revenue sharing operasional umum dan revenue sharing cargo.

Diharapkan KPBU Bandara Hang Nadim dapat mengelola bandara secara lebih profesional guna mendukung Batam sebagai hub logistic yang akan memberikan multiplier effect bagi sektor-sektor lain yang nantinya akan terakumulasi memacu daya saing Batam di kancah internasional, termasuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi Batam dan Indonesia. (na)

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Continue Reading

Batam

BP Batam Paparkan KEK Kesehatan Internasional Sekupang pada Insight Webinar di Singapura

Published

on

By

0 0
Read Time:2 Minute, 22 Second

WAJAH BATAM | BATAM –  | Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) paparkan KEK Kesehatan Internasional Sekupang pada Insight Webinar Investment Opportunities in Riau Island kegiatan ini dikemas dalam sebuah webinar yang digelar oleh KBRI Singapura, BKPM Singapura serta Bank Indonesia Singapura dan Kepri, pada Rabu (1/12/2021).

Selain BP Batam, webinar ini juga diikuti oleh BP Bintan dan BP Karimun, serta Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau yang masing-masing memaparkan perkembangan kondisi ekonomi, sumber daya manusia dan rencana proyek pembangunan.

Kepala Implementasi Kebijakan Ekonomi Daerah Bank Indonesia Kepulauan Riau, Mualam Noor, menyampaikan tujuan diselenggarakannya Insight Webinar, yang merupakan kolaborasi antara BI Kepri dan BI Singapura, adalah untuk memfasilitasi daerah agar dapat menarik perhatian investor untuk berinvestasi.

“Saat ini kita memfasilitasi kepada daerah-daerah, seperti BP Batam, BP Bintan, dan BP Karimun yang telah memiliki proyek yang sudah clean and clear agar dapat memaparkan serta menarik investor untuk berinvestasi di daerah, khususnya di Kepulauan Riau. Kegiatan ini bersifat bilateral antara Singapura dengan Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Mualam Noor.

Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, menyampaikan kerja sama dengan perwakilan Indonesia di luar negeri yaitu KBRI, BKPM dan juga Bank Indonesia, di tengah pandemi yang membatasi ruang gerak, tetap berusaha melakukan upaya promosi peluang investasi yang ada di Batam ke dunia luar dengan menjalin kerja sama dengan pihak-pihak tersebut.

“Jadi dari kegiatan tahun ini saja dengan Bank Indonesia dan juga dengan BKPM, KBRI dan KJRI, kita sudah 4 kali yaitu di London, Abu Dhabi, Sydney dan Singapura melaksanakan kegiatan seminar/webinar seperti ini, dan alhamdulilah sudah ada beberapa pihak yang menghubungi kita secara langsung dengan menyatakan ketertarikan mereka, bahkan sudah ada yang menyatakan letter of intent (LoI) kepada BP Batam. Jadi surat ketertarikan secara tertulis sudah dikirimkan kepada BP Batam dan kita sudah tindaklanjuti. Mudah-mudahan tahun depan kita bisa mendapatkan investasi yang baru yang berasal dari kegiatan webinar seperti sekarang ini demi kemajuan Kota Batam,” kata Ariastuty Sirait.

Sementara itu Kepala Pusat Pengembangan KPBPBB dan KEK BP Batam, Irfan Syakir Widyasa menyampaikan, BP Batam terus gencar melakukan promosi investasi proyek unggulan di Batam.

“Hari ini kita mengangkat KEK Kesehatan Internasional Sekupang, projek ini pada masterplannya sudah cukup lengkap yang dikembangkan dengan 3 konsep, yaitu medical, tourism and education dan unsurnya sudah sangat lengkap sekali. Di mana pada tourism sendiri sudah mewakili untuk mendukung pengembangan wisata dengan kerangka dasar 5A, yaitu attractions, accessibility, accommodation, amenities and activities. Saat ini pada dunia pendidikan kita juga sudah melakukan kerja sama dengan Thumbay Group UEA untuk mendirikan Universitas Kedokteran Internasional yang nantinya akan menarik mahasiswa dari 30 negara,” ujar Irfan.

Peserta pada insight webinar ini, antara lain Badan Pengusahaan di Kepulauan Riau, Pemerintah Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta para calon Investor yang berasal dari Negara Singapura yang berasal dari Singapore Business Federation dan Enterprise Singapore. (cc)

 

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Continue Reading

Trending