Connect with us

Oase

Tempatkan Pada Tempatnya

Tangan kita punya banyak resiko. Dan tangan kita kelak pun akan bersaksi atas perbuatan-perbuatan kita.

Published

on

0 0
Read Time:7 Minute, 30 Second

Manusia adalah pelaku kezaliman. Dengan bermacam-macam jenis kezaliman.

Zalim itu adalah menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya, lawan katanya adalah keadilan. Siapapun yang menempatkan sesuatu di dunia ini tidak pada tempatnya, maka ia sudah zalim. Baik itu dalam urusan akidah, mu’amalah, akhlaqiah, jika dia menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya, maka dia zalim.

Lalu, menempatkan sesuatu pada tempatnya itu, pakai cara apa?
Nahh…supaya tepat, pakailah cara Al Qur’an.

Bagaimana memakai cara Al Qur’an itu?
Baca dan pahami Al Qur’an, maka akan kita ketahui apakah cara kita sudah tepat atau belum.

Rasulullah SAW adalah makhluk yang paling sempurna yang diciptakan Allah SWT di atas muka bumi ini. Beliau menggambarkan kehidupan yang paling tepat pada tempatnya. Ia digambarkan oleh Aisyah R.A, sebagai orang yang yang menjadi gambaran tentang Al Qur’an. Dan Rasulullah adalah orang yang paling sempurna dalam menempatkan bentuk kehidupannya. Ia adalah orang yang paling adil, jauh dari kezaliman

Lalu jika kita mencontoh Rasulullah, berarti kita mencontoh Qur’an yang diterapkan Rasulullah SAW.
Maka, pahamilah Al Qur’an…cari penjelasan dari Al Qur’an tentang segala bentuk kehidupan. Maka kita akan tahu ukuran tepat atau tidak tepatnya apapun yang terjadi yang kita temukan.

Al Qur’an itu berisi rumusan-rumusan, kaidah-kaidah, tapi rellisasinya, gambarannya ada pada akhlak Rasulullah SAW, sunnah-sunnah Rusululloh.
Itulah makanya Aisyah menyatakan bahwa akhlak Rasulullah adalah Al Qur’an. Dengan kata lain…eksistensi Al Qur;an yaa….Rosulullah.

Sekali lagi, orang yang tidak menempatkan dirinya pada tempat yang sebenarnya sesuai dengan yang digariskan Al Quran, yang digariskan Rasulullah adalah orang yang zalim.

Kezaliman itu variatif. Ada yang 100%, 75%, 50%…5%, 1%…variatif. kitapun maasih memiliki unsur-unsur kezaliman. Karena kita banyak menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya. Karena kita yakin Allah akan kaasi kita surga. Tapi di sisi lain, keyakinan kita harus kita bangun juga dengan harapan.

“Ya Allah kami tau, kami tak pantas untuk mendapatkan syurgaMu. Tapi kami yakin…Kau memberikannya pada orang yang Engkau cintai ya Allah…masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang Engkau cintai…”

Untuk ukuran yang pantas dicintai…mungkin kita belum masuk daftar. Tapi kita berhak berharap cintaa-Nya, berharap rahmat dari-Nya…

“Apapun ceritanya ya Allah…tentang kekurangan kami, kezaliman kami, kelemahan iman kami, kami harus menempatkan diri kami pada tempat yang benar…kami berusaha ya Allah. Itulah kemampuan kami, mohon ya Allah…kasihani kami.”

Yahh…kita masih banyak melakukan kezaliman. Karena apa? Masih sering menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya.

Cobalah ingat!!
Di sisi apa kita “menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya”?

Kalau kta korek-korek…banyaaaak!!!
Kita menonton TV sehari berapa lama? Main hp sehari berapa lama? Sholat berapa menit? Berapa lama zikir kita dibanding main hp misalnya?
Nahh ketahuan kan? Tidak pada tempatnya.
Ngobrol yang tidak bermanfaat dengan ngobrol yang bermanfaat…lebih banyak mana?
Kita tinggal menghitung sendiri.

Di luar juga begitu. Lebih banyak mana…kita berinteraksi dengan yang baik atau yang buruk?

Itu semua tentang “menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya”, kita yakin itu kesalahan, kekurangan, kekhilafan kita dan kita minta…”ya Allah….ampuni ketidaksadaran kami ya Allah, Kau Maha Pengasih…Maha Penyayang.”

Allah berbicara tentang kezaliman itu dari berbagai versi. Kezaliman itu bukan hanya milik penguasa….bukan!!! Pejabat-pejabatnya pun bisa zalim…lurah…camat…bupati…gubernur…pun bisa zalim…bahkan kita pun bisa saja zalim….karena menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya tadi.

Lalu kira-kira kalau ditanyakan, apa puncak kezaliman itu?
Allah menjawabnya di QS 18: 57)

Tisak ada kezaliman yang lebih zalim pada diri seseorang daripada seseorang itu berpaling dari ayat-ayat Allah Ta’ala.

Berpaling dari ayat Allah itulah tenyata merupakan puncak kezaliman pada diri seorang hamba. Tidak mau mengetahui identitas kebesaran, keagungan, kekuasaan Allah itu ternyata merupakan kezaliman mutlak…puncak kezaliman.

Diingatkan, dikasitau, digambarkan pada mereka ayat-ayat Allah tentang bagaimana keagunagn, kebesaran dan kekuasaan-Nya, mereka pura-pura tidak tahu.

Ada banyak ayat-ayat Allah, ada banyak teguran-teguran Allah, ada banyak jalan menuju kedekatkan diri pada Allah, tapi hati kita tertutup…terpalingkan…lepas… Kenapa sampai begitu??

Tunduklah…rendahkan hati…sadarlah akan kehambaan kita…tulus…ikhlas…agar hati kita mudah dimasuki nilai-nilai ketauhidan…menempel di jiwa kita…agar hati kita terdidik dengan nilai-nilai spritual keTuhanan itu…

Kalau hati kita tidak terdidik dengan nilai-nilai ketauhidan…kita sholat tapi tidak khusu’, kita ibadah tapi tidak khusu’, kita beramal tapi tidak ikhlas…kita hadir di majelis ilmu…tapi semua jadi mengambang….

Makanya…keyakinan pada Alla SWT itu adalah ukuran pertama dalam kita bergerak. Diluar daripada itu, akan terjadi kekaburan…kesamaran yang kita rasakan.

Allah mengecam orang-orang yang menjadikan Allah di luar ruang lingkup dia, dalam pekerjaannya…dalam amalnya…dalam ibadahnya…terutama orang-orang yang tidak mengenal Allah…kufur terhadap Allah…maksiat kepada Allah…menentang Allah…melawan Allah…
Semoga kita tidak tergolong di dalamnya.

Orang yang begitu…sudah terang-terangan menentang Allah…jelas dengan terang-terangan menunjukkan kekuasaannya terhadap Allah…jelas-jelas menunjukkan kesombongannya…keangkuhannya…di hadapan Allah ta’ala

Nahh…darimana kita tahu bahwa sesorang itu menunjukkan sikap menentang Allah?
Ketika Allah mengajaknya mengarah kepada 1 arah lewat ayat-ayatnya…dia katakan…”Wah! Buktikan dulu!
Atau dia katakan,”Saya punya cara sendiri. Ini tidak sesuai dengan langkah saya, ini tidak sesuai dengan prinsip-prinsip saya. Ini adalah berseberangan dengan kepentingan saya.”
Dan yang model-model begitu…ada di QS 18 : 57 :
“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, lalu ia berpaling dan melupakan apa yang dikerjakan oleh kedua tangannya?…”s

Dia ukur, dia lebih hebat dari Allah…dia ukur, dia lebih bijak dari Allah…
Antara dia dengan Allah…dipentingkannya maslahatnya dibanding maslahat yang didatangkan Allah.
Semoga kita tidak termasuk di dalamnya.

Manusia yang seperti itu…ya memang ada. Dia tidak mengatakan dia lebih hebat dari Allah, dia tidak mengatakan dia lebih bijak dari Allah….dia tidak akan bicara begitu…tapi dalam sikap…dalam tindakan…dalam cara berpikir…dalam meletakkan kebijakan…keputusan…dia menunjukkan bahwa dia lebih mengerti dibanding Allah.

Allah katakan A…dia katakan Z, Allah katakan Z…dia katakan A.

Banyak di dalam Al Qur’an yang berbicara tentang orang-orang seperti itu.
Orang itu, bukan tidak mengetahui bahwa kebenaran itu benar…kebaikan itu baik…kebathikan itu bathil…kejahatan itu jahat. Bukan karena itu.

Dia punya sebuah gambaran tentang kemashlahatannya sendiri seakan-akan Allah tidak lebih mengerti dibanding dia. Yang ada dalam otaknya…dia yang lebih paham tentang kemashlahatan dibanding Allah.

Banyak contohnya…yang sehari-hari saja…tentang pergaulan…tentang menutup aurat misalnya…
Ada saja sekelompok manusia yang berkata…”Itu sih untuk zaman Rosulullah…itu sihh kearab-araban…itu kuno…itu tidak sesuai dengan kondisi, maka ini sudah tidak berlaku…!!!”
Banyak sekali dali-dalil yang dibuatnya.
Bahkan dia tahu, kalau dia ambil jalan yang dia pilih dan dia tinggalkan pilihan Allah, resikonya besar. Tapi dia bilang.”Situasi dan kondisi pada saat ini lain.”
Maka terjadilah pergolakan…penyingkiran…
Dan banyak contoh lain yang bahkan lebih berat lagi

Apa yang membuat seseorang bisa begitu?
Keinginannya, tidak sama dengan keinginan Allah.

Terjadilah konflik.
Konflik dia dengan yang lain…konflik dia dengan agamanya…konflik dia dengan jiwanya sendiri…
Dia menentang fitrahnya sendiri.

Orang seperti itu, mengetahui kebenaran. Kita tidak membahas yang di luar agama kita…yang di luar itu kita maklumi…sudah di luar system…bukan wilayah kita
Tapi ini tentang orang yang sudah memilih islam sebagai agamanya…masih sholat, masih zakat…masih puasa…tapi tidak sadar diri kalau dia berbuat dosa.

Berpaling itu sudah satu sisi…yang kedua…dia tantang Allah…dia lawan Allah…dia masih tidak mau tahu kalau itu dosa. Bahkan bangga dengan memproklamirkan…ini kebijakan saya.

Ada juga yang memang tidak sampai menunjukkan dirinya yang paling benar…tapi tidak mau sadar sudah berbuat dosa.

Ada yang berpaling yang dia tidak menunjukkan bahwa dia menentang Allah, bahkan yang ditunjukkannya dia tidak menentang Allah, dia tidak mau tau bahwa dia salah, itu perbuatan sombong di hadapan Allah.

Apa yang dia lakukan?
Dia tidak mau tahu yang dilakukannya itu perbuatan jahat, malah menganggap dirinya berbuat baik. Dia menghina ayat-ayat Allah, mengecilkan ayat-ayat Al Qur’an, melakukan perbuatan-perbuatan buruk pada orang Islam, mendiskriminasikan orang-orang islam, dia katakan bahwa itu perbuatan baiknya…dia lupa pada apa yang dilakukan tangannya sendiri.

Kita punya “power” dari tangan kita…banyak dosa yang kita lakukan dari tangan kita…
Maka Allah beri isyarat pada kita…hati-hati dengan tangan kita!!
Tangan kita punya banyak resiko. Dan tangan kita kelak pun akan bersaksi ataas perbuatan-perbuatan kita.

Kekuasaan ada di tangan…pengarahan ada di tangan…penunjukan ada di tangan…harta ada di tangan…kita lupa itu…??? sudah berpaling, bahkan lupa!!

Akibat berpaling, menumpuklah dosa…tangan, kaki, kepala, badan, semua berbuat dosa.
Hati tertutup untuk paham…hati terkandas untuk paham. Hati tidak sanggup untuk sampai pada kebenaran yang Allah sampaikan…walaupun bukti kekuasaan Allah itu terlihat dengan mata kepalanya, tidak bisa dia menerimanya…hatinya karatan…gak nyambung dia dengan ayat-ayat Allah.

Karena dia melupakan Allah, dia lupa kalau hatinya lambat laun tertutup. Semoga kita tidak termasuk di dalamnya …

Wallahu ‘alam bishaawab
Catatan Diana
Dari Kajian Tafsir (Habib Ahmad Al Munawar)
Di Mesjid Raya Bogor

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Advertisement
Click to comment

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Batam

1 Muharram Hijrah Menuju Kebaikan

Published

on

0 0
Read Time:1 Minute, 49 Second

1 Muharram: Hijrah Menuju Kebaikan
Oleh Lukita Dinarsyah Tuwo

Saudaraku,
Alhamdulillah kita memasuki Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 H
Di tahun baru ini, kita dihadapkan pada harapan dan tantangan baru

Sebagaimana terjadi dalam sejarahnya
1 Muharram adalah tanggal di mana Rasulullah SAW melakukan hijrah
Beliau hijrah dari Mekkah menuju Madinah
Hijrah dari tempat yang penuh tantangan
Menuju kota penuh harapan

Allah SWT berfirman dalam al-Baqarah: 218
Innalladzina amannu walladzina hajaru wajahadu fi sabilillahi
Ulaika yarjuna rahmatallahi wallahu ghafurur Rahim.
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, Mereka itu mengharapkan rahmat Allah dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Saudaraku,
Mengapa Rasulullah melakukan hijrah?
Karena di Mekkah pada saat itu, beliau mendapatkan intimidasi yang membahayakan dakwah
Selain itu, Madinah menyimpan potensi bagi pembangunan umat yang beradab
Maka hijrah Rasulullah lalu membuahkan hasil
Beliau berhasil menguatkan syiar agama
Membangun Madinah menjadi kota beradab, makmur dan toleran

Saudaraku,
Hijrah juga berarti perubahan dari keburukan menjadi kebaikan
Dan semua itu didorong oleh kemauan kita untuk berubah
Allah SWT berfirman dalam al-Ra’d: 11,
Innallaha la yughayyiru ma biqaumin hatta yugayyiru ma bianfusihim
Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum
Hingga mereka mengubah diri mereka sendiri”

Perubahan memang harus diawali dari diri sendiri, dari niat untuk berubah!
Dengan cara itu, kita bisa mengubah keadaan menjadi lebih baik
Perubahan diri sendiri selanjutnya, mendorong perubahan lebih luas, lebih besar

Sebagaimana perlunya perubahan menuju kebaikan di kota kita, Batam yang kita cintai
Saat ini, dibutuhkan perubahan, termasuk perubahan kepemimpinan.
Kepemimpinan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat dan kemajuan kota.
Kepemimpinan yang mendorong perubahan ke yang lebih baik.
Dari kualitas hidup di bawah harapan, menuju kebahagiaan sesuai harapan
Dari kualitas hidup penuh kecemasan, menuju optimisme yang menenangkan
Dari kualitas hidup penuh segmentasi, menuju masyarakat yang damai, bersatu

Ini pula yang diajarkan oleh Rasulullah SAW melalui Islam
Islam adalah agama penuh kedamaian yang menyerukan keadilan bagi sesama
Untuk itu beliau melakukan hijrah dari kegelapan menuju Cahaya

Saudaraku,
Mari berubah dari keburukan menuju kebaikan
Mari berubah dari keterpurukan menuju kejayaan
Mari melakukan perubahan untuk mewujudkan
“Kota Batam Bahagia Mendunia”
Insya Allah dengan niat membangun kesejahteraan bersama
Allah SWT akan meridhoi niat baik kita.

Amiin ya Robbal ‘alamin



Happy
0

0 %



Sad
0
0 %


Excited
0
0 %


Sleepy
0

0 %



Angry
0
0 %


Surprise
0
0 %
Continue Reading

Batam

Dendi Gustinandar, Pemimpin Masa Depan

Published

on

0 0
Read Time:3 Minute, 35 Second

WAJAHBATAM.ID – Batam | Dendi Gustinandar, seorang Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol di Badan Pengusahaan Batau (BP Batam) tahun 2020. Pria kelahiran Manado 47 tahun silam ini merupakan putra pertama dari pasangan Ayah Lukharni yang berasal dari Pariaman Sumatera Barat dan Ibu Elmi berasal dari Pemalang Jawa Tengah. Sang ayah pernah mengabdi sebagai Jaksa Tinggi di Sumatera Selatan sekitar tahun 1998-2000. Darah pemimpin inilah yang menurun kepada beliau sehingga bisa melakoni profesi saat ini dengan sangat cakap dan menjadikan dirinya sebagai sosok pimpinan dibidangnya yang dapat menjadi partner kerja bawahannya.

Dendi muda mendapatkan gelar sarjana dari Fakultas Ekonomi, Universitas Airlangga. Ia adalah sosok yang pintar, humoris dan sangat menyukai ilmu sosial, marketing, keuangan dan kemasyarakatan. Terlihat jelas dari sikap kesehariannya yang suka bergaul, supel dan penuh dengan senyum yang humoris, sehingga bagi yang baru kenal akan merasakan seolah merasa dekat dan cepat akrab dengan dirinya.

Dendi juga merupakan seorang yang tekun dan tak pernah berhenti belajar. Dia berprinsip bahwa semua orang itu pada dasarnya baik dan sederajat. Semua kalangan baik dari anak-anak, pelajar, orang tua, pejabat hingga profesional selalu dijadikan sahabat dan menjadikannya sebagai guru dalam ilmu kemasyarakatan.

Pencinta organisasi kemasyarakatan ini banyak berbaur dan menjadi pengurus dalam berbagai organisasi, saat ini Dendi menjabat Ketua ICMI Batam, Pengurus ISEI Batam, pernah aktif di KNPI Batam dan Kepri bahkan sebagai Pengurus Pramuka dan Tarung Drajat.

Sosok ayah yang humoris yang demokratis ini memiliki sikap yang tegas namun lemah lembut. Hal ini tercermin dari anak-anak dan keluarga kecilnya yang sangat mencintai dunia seni yang terlahir dari seorang istri cantik berdarah Padang-Betawi yang dimasa mudanya menghabiskan waktu berkarir sebagai seorang koreografer dan penari profesional. Wanita beruntung itu hingga saat ini terus menapakkan karirnya sebagai instruktur Line Dance Internasional, jadi tidak heran jika kedua pasangan ini melahirkan putra putri yang memiliki darah seni yang cukup kuat. Si Sulung saat ini berkarir sebagai penyanyi dan penari profesional sementara si Bungsu juga berkarir berdasarkan darah seni yang diturunkan ayahnya dengan menguasai berbagai alat musik.

Disamping itu, figur pemimpin ini sangat menyukai dunia pendidikan. Dendi acap kali bergelut dengan para mahasiswa, remaja mesjid hingga kalangan politik dan profesional dalam bertukar fikiran.

Hal menarik yang dikutip dari pengalamannya hingga menjadi salah satu pejabat di BP Batam adalah saat dia melarang seorang pejabat yang parkir ditempat yang telah diberi rambu dilarang parkir. Saat itu dia turun langsung menertibkan parkir di Bandara Hang Nadim Batam (2012). Kejadian tersebut sempat menjadikan dirinya mendapat perlakuan kasar dengan bentakan dan makian oleh salah satu pejabat karena melarangnya parkir ditempat yang sudah diberi rambu dilarang parkir.

Disamping prestasi kerjanya saat ini, banyak pengalaman internasional yang dilaluinya, Dendi pernah jadi pembicara di Singapura dalam sebuah seminar internasional, pernah juga dipercaya sebagai pendamping dan moderator yang bertugas mempersentasikan pembangunan Kota Batam di depan mantan Presiden indonesia BJ Habibie.

Kepiawaian sosok humanis ini menjadikan dirinya sering mendapat kesempatan mempersentasikan dan mempromosikan Kota Batam ke kancah Nasional maupun dunia internasional dalam event-event resmi atau terbatas.

Dalam kesibukan tugasnya sebagai Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi juga memiliki segudang kegiatan sosial, olehraga, hingga kegiatan-kegiatan masyarakat lainnya. Itu dapat dilihat dari berbagai tampilan dan postingan di akun media sosialnya seperti Facebook, IG dan Twitter.

Dendi adalah contoh tokoh muda yang energik dan memiliki dedikasi tinggi dan sangat mencintai pekerjaannya dalam membangun Kota Batam.

Dalam pandangan dan disiplin ilmu yang diraihnya dari bangku kuliah dulu, Dendi memandang bahwa Pulau Batam adalah daerah yang memiliki potensi sejajar dengan Hongkong, Dubai dan Singapura, dia sangat yakin itu dapat terwujud jika semua lini dapat bekerjasama dan bersatu untuk mewujudkannya.

Meski Dendi bukanlah celebritis terkenal, namun karir dan dedikasi kerjanya untuk membangun Kota Batam tidak bisa dipandang sebelah mata. untuk saat ini riak-riak tentang BP Batam mulai tenang dan kondusif, mungkin ini adalah salah satu bagian terkecil dari pelaksanaan tugas yang berhasil diembannya, dan itu tak terlepas dari karakter bermasyarakat dan pengabdiannya yang sudah 20 tahun untuk Kota Batam menjadi nilai yang dipandang cukup pantas untuk dihargai. (Aji)

Profile:
*Nama: Dedi Gustinandar
*Jabatan: Dir.Humas dan Promosi BP Batam
*Perjalanan Karir di BP Batam:
2001 staf Bagian Pemasaran Otorita Batam
2006 Kasubag Humas Otorita Batam
2012 Kabid Komersil Bandara Hang Nadim
2016 GM Marketing Bandara Hang Nadim
2018 Direktur Pemanfaatan Aset
2019 Direktur Promosi dan Humas
2020 Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol



Happy
0

0 %



Sad
0
0 %


Excited
0
0 %


Sleepy
0

0 %



Angry
0
0 %


Surprise
0
0 %
Continue Reading

Nasional

Membedah PKI Lama dan PKI Hari Ini “PKI Gaya Baru !”

Published

on

0 0
Read Time:14 Minute, 30 Second

Oleh : Anton Permana.
(Tanhana Dharma Mangrwa Institute)

Sastrawan Taufik Ismail dalam puisinya mengungkap bahwa ada sebuah aliran politik di dunia yang telah membantai 120 juta nyawa manusia dengan kejam selama 74 tahun di 75 negara di dunia.

Kalau kita rata-ratakan itu sama dengan membunuh 4.400 manusia setiap hari selama 74 tahun. Ideologi apakah itu? Jawabannya adalah Yaitu ideologi komunisme. Dan pembunuhan ini adalah pembunuhan terbesar sepanjang sejarah dunia jauh mengalahkan jumlah korban gabungan perang dunia pertama dan kedua.

Di Indonesia, aliran ideologi pemikiran ini diadopsi dan dijalankan oleh sebuah Partai bernama PKI (Partai Komunis Indonesia). Bahkan partai komunis ini sudah mengobok-obok bumi nusantara ini sebelum negara bernama Indonesia ada. Dimulai dari masa penyusupan kedalam Syarikat Islam hingga SI pecah menjadi SI putih dan merah. Hingga pemberontakan PKI tahun 1926 terhadap kolonial Belanda. Hingga pemberontakan di tahun 1948 oleh Muso di Madiun, serta pemberontakan yang dipimpin oleh DN Aidit pada tahun 1965 yang kita kenal dengan G/30/S/PKI.

Ideologi komunisme ini sangat berbahaya dan kejam. Dimana revolusi menggunakan senjata adalah pusat gravitasi perjuangan dalam mendapatkan kekuasaan.

Sebagai bangsa yang besar kita jangan pernah melupakan sejarah alias “Jasmerah”. Bagaimana kebiadaban PKI ini di Indonesia. Tak terhitung jumlah korban kebiadaban PKI ini membunuh, menyiksa, membantai, menteror, mengintimidasi siapa saja kelompok masyarakat yang dianggap berlawanan dengan agenda komunisme.

Tak peduli apakah itu tokoh agama, ulama, polisi, pejabat, santri, kiyai, kesultanan raja, wanita, orang tua, bahkan tentara pangkat Jendral pun mereka bantai dan kubur hidup-hidup.

Dan untuk perlu pemahaman dan penadalaman literasi agar tidak jadi korban tipu menipu serta pembodohan PKI. Yang memang spesialis tukang fitnah, jago memutar balik kan fakta, pencuci otak ulung, piawai memghasut mengadu domba, dan penebar kebencian atas musuh-musuhnya melalui pembunuhan karakter.

Tercatat jelas dan faktual dalam sejarah, bagaimana sejak tahun 1945 melalui Badan Direktorium Pusat PKI membentuk laskar bernama “Ubel-Ubel” mengambil alih kekuasaan Tanggerang dari Bupati Agus Padmanegara.

Tanggal 9 desember PKI Banten menculik dan membunuh Bupati Lebak Raden Hardiwinangun di Jembatan Sungai Cimancak.

Tanggal 12 desember 1945. Ubel-Ubel membunuh tokoh nasional Otto Iskandar Dinata.

Tanggal 3-9 maret 1946 : PKI Langkat Sumatera menyerbu istana Sultan Langkat Darul Aman di Tanjung Pura dan membunuh Sultan bersama keluarganya dan menjarah harta kekayaannya.

Tanggal 19 agustus 1948 PKI Surakarta membuat kerusuhan membakar pameran HUT RI ke-3 di Sriwedari Surakarta Jawa Tengah.

Tanggal 18 September 1948, Kolonel Djokosunojo dan Sumarsono mendeklarasikan negara Republik Soviet Indonesia dengan Muso sebagai Presidennya.

Dalam fase ini, ribuan masyarakat dibunuh dan dibantai PKI dengan sadis. PKI menculik para Kiyai di pesantren Magetan dan menguburnya di desa Koco, kecamatan Bendo dalam sebuah sumur tua. Ditemukan 108 kerangka manusia terkubur dalam sumur neraka itu.

Disaat ini pula PKI membunuh 20 polisi dan membantainya di Madiun. Tanggal 21 September menculik dan menyembelih Bupati Blora Mr Iskandar, Camat Margorejo, lalu jenazahnya dibuang ke sumur Dukuh Pohrendang desa Kedungringin kecamatan Tujungan kabupaten Blora.

Selama tanggal 18-21 September 1948 itu, PKI menciptakan dua ladang pembantaian dan 7 sumur neraka di Magetan untuk membuang jenazah korban yang mereka siksa dan bantai.

Selanjutnya tanggal 6 Agustus 1951, gerombolan eteh dari PKI menyerbu asrama polisi di Tanjung Priok dan merampas senjata api yang ada.

Namun hebatnya PKI ketika itu sangat pandai mengambil hati Soekarno dan tidak dibubarkan bahkan bisa ikut Pemilu pada Tahun 1955.

Dan kedekatan PKI dengan Soekarno inilah yang dianggap menjadi pemicu dan perpecahan antara Soekarno dengan para sajabat seperjuangannya seperti Kahar Muzakar, Kartosuwiryo, Daud Beureuh yang melahirkan protes, koreksi perlawanan berujung perang saudara PRRI, DI/TII, dan Permesta.

Sampai akhirnya pada tahun 1960 Soekarno meluncurkan slogan NASAKOM menggabungkan antara Nasionalis, Agama, dan Komunis. Yang tentu saja semakin memantik protes keras rakyat, ulama dan TNI ketika itu.

Secara bertahap akhirnya sampai PKI resmi masuk dalam pemerintahan Soekarno dimana DN Aidit dan Nyoto diangkat sebagai Menteri Penasehat.

Sejak PKI masuk dalam lingkaran kekuasaan inilah, mereka melakukan agitasi penggiringan opini sesat dalam pusat kekuasaan untuk melumpuhkan satu persatu tokoh dan kelompok masyarakat.

Parpol Masyumi berhasil dibubarkan melalui Kepres no. 200 Th 1960 tertanggal 17 Agustus. Selanjutnya GPII dibubarkan. HMI dibubarkan. Buya Hamka, KH Yunan Helmi Nasution, KH Isa Anshari, KH Mukhtar Gazali, KH EZ Muttaqien, KH Soleh Iskandar, KH Dalari Umar semua di penjara tanpa pengadilan. Partai MURBA juga dibubarkan karena menentang PKI. Tapi ditutupi dengan tuduhan mendukung PRRI, menentang Nasakom dan anti semangat perjuangan revolusi ala Soekarno.

Semua keraguan, protes rakyat Indonesia saat itu akhirnya semua terbukti nyata. Setelah menguras habis energi bangsa Indonesia melalui propaganda adu domba dan perang saudara hingga pemaksaan untuk operasi ganyang malaysia, PKI menikam negara Indonesia melalui pemberontakan G/30/S/PKI pada tahun 1965.

Dengan isu fitnah Dewan Jendral yang anti Nasakom, PKI menggunakan tangan pasukan Cakrabirawa menculik 6 orang Jendral senior TNI AD ketika itu kemudian menyiksa, membunuh, membantai, menguliti, dan kemudian menguburnya kembali di sebuah sumur tua di Lubang Buaya.

Tidak hanya itu, PKI juga menyiksa dan membantai peserta training PII di desa Kanigoro kecamatan Kras kabupaten Kediri, sekaligus melecehkan wanitanya dan merusak menginjak injak kitab suci Alquran.

PKI juga membunuh Pelda Soedjono dalam insiden perkebunan karet Bandar Betsi. PKI juga meracuni ratusan anggota GP Anshor dan kemudian membantainya. Beruntung ada yang berhasil lari dan meloloskan diri dan jadi saksi hidup.

PKI juga membunuh Brigjen Katamso Dharmokusumo dan Kolonel Sugiono. Kapten Piere Tandean, dan juga putri Jendral AH Nasution Ade Irma Suriani yang berumur 5 tahun.

Artinya, PKI itu tidak mengenal agama. Tak mengenal institusi. Tak mengenal jenis kelamin dan usia. Pokoknya siapa saja yang berlawanan dengan agenda PKI wajib dihabisi. Apapun caranya.

Barulah pada masa Orde Baru, setelah TNI bersama rakyat dan ulama berhasil menumpas PKI hingga terbitlah TAP/MPRS/XXV/1966 yang secara resmi membubarkan PKI dan menjadikan PKI sebagai partai terlarang di Indonesia.

Pada masa Orde Baru tahun 1968-1998, PKI tidak berkutik dan lumpuh di bawah kekuasaan Orde Baru. Sampai pada akhirnya, melalui gerakan masive bawah tanah dan dukungan dari anasir asing, memboncengi lahirnya gerakan reformasi yang memaksa Soeharto mengundurkan diri maka tumbanglah Orde Baru.

Terlepas dari isu negatif dan kesalahan Orde Baru, tetapi yang jelas pada masa Orde Baru Indonesia bersih dari rongrongan PKI. Dan tumbangnya Soeharto adalah langkah awal perubahan fundamental politik di Indonesia. Para anak dan kader PKI yang sudah terkubur sekarang sudah bangkit lagi. Hingga ada yang berani tampil terbuka membuat bukua “saya bangga jadi anak PKI”. Anak PKI masuk parlemen. Dan yang terbaru ucapan selamat HUT PKI yang ke-100 tahun secara terbuka sebagai bentuk show of force dan agitasi sugesti antar sesama anak dan kader PKI.

Lalu bagaimana dengan PKI hari ini? Apa modus dan pola gerakannya?

Perlu kita jelaskan. Pasca kegagalan 1965, PKI hari ini sudah belajar banyak dan meng-up grade diri dan pola gerakannya. Sehingga PKI itupun terbagi ke dalam empat kelompok atau faksi.

1. *PKI radikal* . Yaitu kelompok genetis, biologis, dan ideologis PKI. Mereka yang berasal dari keturunan langsung anak-anak kandung kader PKI. Kelompok ini tetap menjadikan jalur revolusioner perjuangan menggunakan senjata menjadi agenda utama dalam merebut kekuasaan. Apapun kondisinya.

Karena bagi kelompok ini “pakem atau gezah” sebuah perjuangan tertinggi itu tetap melalui kekerasan revolusi. Revolusi adalah pusat gravitasi perjuangan dimana hal ini (revolusi) akan menjadi sumber hukum untuk merubah total ideologi dan haluan negara menjadi komunis secara total. Seperti apa yang dilakukan Mao Tse Tung mengkudeta kepemimpinan China demokratik melalui revolusi dan menjadikan China hari ini negara komunis terbesar di dunia.

Kelompok ini sangat keras, idealis, tangguh dan terlatih. Karena memang tujuan hidup matinya untuk komunisme.

2. *PKI Opportunis* . Yaitu kelompok yang bergabung, direkrut, atau berafiliasi dengan PKI untuk sebuah keuntungan pribadi. Demi uang dan jabatan. Yang memanfaatkan kekuasaan PKI juga untuk bisa hidup dan eksis. Seperti kelompok Liberal, LGBT, atau mereka yang anti agama dan berlindung didalam tubuh PKI kalau berkuasa.

Namun apabila saatnya nanti PKI runtuh atau kalah dalam perang atau kontestasi politik, PKI kelompok ini yang akan keluar duluan dan berkamuflase jadi bunglon dengan kekuatan baru selanjutnya. Orientasi mereka ini hanyalah keuntungan, kepuasaan, jabatan, dan materi.

3. *PKI borjuis* . Yaitu kelompok PKI yang hanya ikut-ikutan karena terbius oleh bujuk rayu dan cuci otak ala PKI. Mereka ini bisa dari kelompok pembenci agama (khususnya anti Islam), dari para non-muslim radikal, penganut Syiah, kelompok gay dan LGBT, yang merasa nyaman dengan buaian janji manis PKI.

PKI borjuis inilah yang dimanfaatkan knowledge atau pengetahuan dan sumber dayanya untuk menjalankan agenda-agenda PKI. Apakah itu adu domba, menebar kebencian, menghasut, menebar fitnah, hingga penyusupan.

4. *PKI garis serong* . Kenapa kita namakan garis serong? karena tak ada PKI garis lurus. Yaitu : kelompok yang masih ragu-ragu, was-was atau sadar akan bahaya kalau agenda PKI yang ketiga kalinya ini mengkudeta Indonesia jadi komunis akan gagal kembali.

Kelompok ini adalah dari para anak keturunan PKI yang masih trauma dan takut. Bahkan juga ada yang sudah sadar. Bahwa mereka hanya dijadikan umpan yang dimanfaatkan elit global saja untuk merevolusi Indonesia.

Kelompok ini mereka yang sebenarnya sudah nyaman dan cukup dengan kondisi hari ini. Punya hak politik dan ekonomi kembali. Bisa jadi ASN lagi. Dan hidup berdampingan dengan masyarakat secara normal.

Kelompok PKI garis serong ini tahu resiko dan konsekuensi seandainya upaya mengembalikan “PKI reborn” ini pasti akan melahirkan perlawanan keras dari rakyat Indonesia bersama TNI. Kalau sempat gagal, mereka tak membayangkan akan dikejar-kejar, dibumi hanguskan tanpa ampun oleh rakyat Indonesia.

Dan PKI garis serong ini, sadar walaupun saat ini kembali masuk dalam pusaran kekuasaan, tapi mereka tidak yakin akan berhasil untuk merubah Indonesia menjadi Komunis. Apalagi kalau China sebagai sponsor utama kalah perang dengan Amerika. Apalagi kalau terjadi perang saudara antara rakyat Indonesia dengan PKI gaya baru. Traumatik masa lalu dan kesadaran logika masih jadi pikiran utama mereka.

Namun PKI garis serong ini tak berdaya melawan kekerasan hati para PKI ideologis radikal di atas. Yang begitu percaya diri dan yakin akan berhasil mengganti Indonesia menjadi negara Komunis atas sponsor China dan para naga.

Nah jadi kalau kita simpulkan. Sebenarnya PKI itu secara internal juga pecah dan tidak solid. Terlebih untuk PKI jenis nomor (2,34). Mereka sejatinya setengah hati. Tidak semilitan PKI radikal yang militan. Bagi mereka kondisi hari sudah lebih dari cukup. Bisa hidup enak, punya kekuasaan, kebal hukum, hidup normal dan bebas. Dan ini akan bisa berubah total terbalik menjadi mimpi buruk yang lebih parah lagi dari tahun 1965. Resikonya sangat besar kalau kalah lagi.

Lalu bagaimana dengan metode gerakan mereka hari ini?

PKI hari ini adalah Komunis Gaya Baru atau disingkat KGB. Yaitu, mereka yang telah menggunakan cara baru dari “hard power” murni menjadi “soft power”. Yaitu melalui perencanaan strategis yang matang, bertahap, dan terukur.

KGB tidak serta merta mengandalkan pada perekrutan banyaknya anggota, tetapi lebih mengutamakan kepada bagaimana masuk ke dalam sistem, merubah aturan dan regulasi untuk memuluskan agendanya.

Bagi KGB boleh partai apa saja, tapi warna dan ideologinya bisa diwarnai dengan prinsip dan pemikiran PKI. Agama, media, organisasi massa dan sumber baya ekonomi bagi KGB saat ini asalah sarana dan instrumen bukan musuh lagi.

PKI gaya baru ini, dalam program KKM (Kelompok Kerja Musuh) masuk infiltrasi dan merebut posisi-posisi strategis baik itu dilembaga negara, organisasi massa, dan media massa. Untuk berkamuflase membumikan pemikiran-pemikiran komunisme bertopengkan pluralisme, matrealistis, dan liberalisme.

Seperti ; Jangan campur adukkan agama dengan politik. Membuat framing agama adalah musuh ancaman negara. Membenturkan agama dengan budaya nusantara. Menebar kebencian dan menjatuhkan apa saja yang terkait simbol agama dengan isu radikalisme, anti bhineka, intoleransi dan anti Pancasila.

Mendukung apa saja pemikiran dan prilaku yang bertentangan dengan agama yang membuat manusia senang. Seperti melegalkan zina, LGBT, syurga bagi Narkoba, kehidupan matrealistis dan hedonis.

Sambil secara aktif menguras energi negara dengan perpecahan adu domba. Kalau dahulu menguras energi negara dengan perang saudara. Hari ini dengan hutang negara dan korupsi yang menggurita. Bagi yang pro penguasa akan diberikan syurga dunia, bagi yang menentang penguasa akan dijadikan musuh negara, penjahat, dan disengsara.

Dalam teori analisa ancaman “Fishbone of Threat”. Ancaman itu terbagi dua yaitu ; pembawa ancaman dan objek ancaman. Dimana ancaman itu dibagi lagi menjadi dua yaitu, Intensi (intention) yang terdiri dari keinginan (desire) dan harapan (expectation). Yang kedua adalah capabilty (kapasitas) yang juga terdiri dari pengetahuan (knowledge) dan sumber daya (resource).

Dan dalam analisa ancaman terhadap KGB ini TNI AD pada tahun 2016 skornya adalah (16,5) yang berarti tinggi (high). Dengan rincian : desire (4), expectation (4), knowledge (4,3), resource (4,25), intention (8), capabilty (8,55). Dan untuk hari ini diperkirakan sudah naik menjadi 19-20 (accute).

Secara “analisa Pestelo” terhadap ancaman KGB ini, mereka lebih fokus mengutamakan kepada pendekatan ekonomi, legal, dan organisasi. Yaitu menguasai perekonomian untuk menunjang gerakan dalam skala organisasi (kelembagaan) politik (partai politik), untuk kemudian secara bertahap merubah regulasi dan undang-undang yang memuluskan agenda PKI gaya baru ini menguasai semua lini dan sendi negara.

Dimana intinya adalah bagaimana melalui produk regulasi ideologi komunisme ini bisa hidup lagi di Indonesia, kemudian ikut politik secara legal, memenangkan Pemilu dan Pilpres baru merubah secara total haluan ideologi negara menjadi komunis setelah kuat, besar dan menjadi partai tunggal penguasa.

Kalau kita cermati semua hal di atas sudah mereka jalankan. Tinggal satu langkah lagi RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila) dan RUU Omnibus Law disahkan maka selesai sudah semuanya. Karena dua UU ini sama saja secara halus merubah negara, dan membuat negara didalam negara secara sistematis.

Skenario hukum proses legislasi ini sama dengan mengkebiri konstitusi negara. Dan momentum wabah covid-19 ini adalah momentum yang paling tepat. Karena semua sendi ketahanan nasional negara lumpuh. Dan penguasa bisa menggunakan kewenangan diskresinya untuk berbuat apa saja melalui produk Undang-Undang yang mereka buat sendiri. Legislatif hanya tukang stempel saja kecuali PKS.

Lalu apa solusinya ? Nah ini dia pertanyaan yang paling tepat. Yang jelas, kesadaran masyarakat secara kolektif terhadap ancaman nyata PKI gaya baru hari ini sudah semakin tinggi. Contohnya, saat ini sudah 21 provinsi mendeklarasikan anti dan tolak PKI. Tapi itu saja tidak cukup, perlu aktivasi dan langkah besar yang lebih strategis dan presisi. Yaitu :

1. Melakukan penyadaran kolektif, membangun satu kesepahaman melalui perang opini, perang argumentasi untuk menggalang kekuatan di masyarakat. Baik melalui sosial media, diskusi, seminar dan aksi nyata deklarasi di lapangan secara serentak. Sebagai pesan kepada PKI ini bahwa rakyat Indonesia tidak main-main.

2. Mengaktivasi kesepahaman menjadi serbuah gerakan bersama seluruh komponen masyarakat. Termasuk saudara kita yang dari muslim dan non-muslim yang terlena dicuci otak oleh PKI yang memang jago akan hal itu. Tekankan PKI itu pada saat kuat akan menghabisi apapun agama yang ada. Karena mereka benci dan anti agama.

Kadi kuncinya. PKI akan kuat kalau kita yang lemah. PKI itu berani kalau kita takut daj berpecah belah. PKI itu jumawa kalau kita mau di bodoh-bodohi dengan isu pemutar balik kan fakta.

3. Gerakan ini serentak dan mendesak partai politik agar kembali kepada UUD 1945, dan menolak RUU HIP, RUU Omnibus Law, mencabut UU Corona dan UU Minerba yang disinyalir sangat merugikan negara.

4. Memberi pemahaman bahwa, institusi dan lembaga yang ampuh menumpas gerakan PKI ini adalah TNI dan lembaga inteligent. Untuk itu kita desak legislatif untuk merevisi penguatan untuk TNI dan lembaga inteligent agar bisa bertaji kembali menjadi alat pertahanan negara dan menjadi mata telinga negara. Karena kalau TNI dan rakyat bersatu, maka PKI bukanlah apa-apanya walaupun didukung China.

Dan jangan mau dihasut lagi, diadu domba untuk membenci TNI. Karena keberhasilan pertama PKI itu pasca orde baru adalah, berhasil membumi hanguskan apa saja yang berbau orde baru. Termasuk peran TNI. Padahal itu hanyalah strategi PKI melumpuhkan TNI sebagai alat pertahanan negara.

5. Mulai siapkan sistem pertahanan diri, sistem perlindungan diri, pemahaman dasar-dasar militer apakah melalui latihan bela negara atau latihan fisik lainnya. Untuk persiapan terburuk terjadi. Karena diperkirakan, para PKI ideologis sudah siap sedia menyiapkan tentara rakyat (kader PKI) bersenjata untuk perang saudara. Kalau informasi ini betul, ini sangat berbahaya agar seluruh rakyat Indonesia siap siaga.

6. Boomingkan penyadaran dan himbau para tokoh nasional agar rembuk bersama. Para tokoh bangsa, tokoh agama, raja-raja nusantara, purnawirawan TNI-Polri, para pendekar, jawara, Kiyai, santri, ulama, romo, pendeta, tokoh adat, termasuk para pimpinan partai politik, TNI-Polri aktif agar semua kembali duduk bersama. Bahwa ancaman PKI baru itu bukan hantu dan ilusi lagi. Semua nyata terang benderang.

7. Kompak serentak turun kelapangan dan memberikan dukungan baik moril dan materil terhadap siapa saja anak bangsa, pejuang yang ditangkap alias kriminalisasi. Kita bisa belajar kepada Amerika hari ini. Satu saja warganya tewas ditangan polisi bernama George Flyod, seluruh warga kulit hitam serentak turun kejalan. Negara sekelas Amerikapun panik kalau sudah rakyat yang turun. Tapi tentu turun dengan cara yang damai bermartabat.

8. Pastikan dan yakinkan bahwa PKI itu adalah nyata bukan hantu lagi. Para anak PKI dan pendukung PKI itu juga manusia, makan bakso, makan ayam penyet, dan kalau mati pasti juga dikubur. Artinya, pilihan ada pada kita. Mau mati disembilih PKI atau bangkit melawan hari ini ??

Lihatlah bagaimana penguasa hari ini begitu represif terhadap siapa saja yang begitu keras terhadap isu PKI. Mulai dari Habieb Rizieq Shihab, Ustad Alfian Tanjung, Mayjend Purn Kivlan Zen, Habieb Bahar Smith, dan erakhir Kapt. Purn. Ruslan Buton. Pada dasarnya mereka ini adalah para patriot sejati penentang PKI. Wajah dari TNI-Islam yang paling begitu ditakuti dan dibenci PKI. Lihatlah apa yang mereka alami saat ini. Terlepas dari pro dan kontra pelanggaran hukum yang mereka lakukan dalam hal lain.

Apakah hal ini akan terus dibiarkan ? Padahal yang diperjuangkan adalah nasib bangsa, nasib kita semua.

Jangan sampai terlambat. Penyesalan di akhir tiada guna. Kalau terus dibiarkan, kita tidak tahu siapa lagi korban setelah ini. Bisa anda, bisa kita, bisa juga saya. Wallahu’alam.

Batam, 04 Juni 2020.



Happy
0

0 %



Sad
0
0 %


Excited
0
0 %


Sleepy
0

0 %



Angry
0
0 %


Surprise
0
0 %
Continue Reading

Trending