FGD: Radikalisme Adalah Pemahaman Individu, Bukan Agama Atau Kepercayaan Tertentu

0 0
Read Time:1 Minute, 31 Second

WAJAHBATAM.ID – 25/3/2019 | Badan Pembinaan Masyarakat  Polda Kepri melalui Forum Group Discussion (FGD) selenggarakan diskusi tentang “Peran Tokoh Masyarakat Dalam Menangkal Radikalisme” hari Senin, 25/3 di BCC Hotel Lubuk Baja Nagoya Batam.

Pada penyelengaraan ini FGD mengundang segenap tokoh masyarakat dan Ormas se Kota Batam yang tergabung dalam paguyuban-paguyuban dan juga dihadiri dari undangan berbagai agama untuk tujuan memahami serta dapat menjadi corong kemasyarakat dalam menyampaikan bahaya radikalisme dalam keutuhan bangsa.

Penanggung jawab acara Binmas Polda Kepri AKBP Aro T Binops  menyampaikan pada WB bahwa kegiatan perdana hari ini bertujuan untuk menyatukan paham tentang radikalisme dan akan diselenggarakan secara kontiniu agar maksud dari keutuhan NKRI dapat tercapai.

Forum ini dibuka oleh Wadir Binmas Polda AKBP Edy Suryanto Dalam sambutannya mengharapkan seluruh elemen masyarakat dapat saling bahu membahu bersama polri dalam mencegah muncul dan berkembangnya paham masyarakat terhadap radikalisme.

Acara dikemas dengan santai dimana tamu dan undangan dapat berbicara bebas dengan tanpa ada suatu tekanan dalam menyampaikan pandangan dan pendapat, sebagaimana disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat (Suharsad) yang tidak ingin forum ini menjadi ajang menilai atau memojokkan pandangan individu yang menjadikan sebagai tolak ukur dalam menilai pemahaman peserta terhadap arti radikalisme disamping dapat menjadikan hal tersebut menjadi catatan dari pihak yang menyampaikan pandangan tersebut.

Kepala Dinas Infokom Yazid yang hadir mewakili Pemerintah kota Batam menyambut baik kegiatan ini dimana Forum Diskusi ini sangat bermanfaat dalam menanamkan rasa kebersamaan serta dapat menyimpulkan bahwa paham radikalisme tersebut tidak bisa dikaitkan dengan kelompok atau agama tertentu tapi merupakan paham individu yang menyalahartikan suatu pemahaman ajaran dalam keyakinannya masing-masing.

Muhammad Santoso, wakil Majelis Ulama Indonesia Kota Batam yang juga bertindak sebagai salah satu narasumber dalam forum diskusi ini menyatakan dan sepakat bahwa paham radikalisme tidak dapat diarahkan pada satu kelompok agama atau kepercayaan tertentu. (shd)

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *