Connect with us

Batam

Cak Ta’in Laporkan Pengadilan Batam ke Ombudsman RI

Published

on

0 0
Read Time:1 Minute, 47 Second

WAJAHBATAM.ID – Jakarta | Keinginan Gugatan Class Action terhadap PLN Bright Batam dan Walikota Batam ke Pengadilan Negeri Batam oleh Cak Ta’in Komari semakin panjang ceritanya. Kegagalan sebanyak 3 kali dalam registrasi dan pembayaran administrasi dianggap nya sebagai bentuk ‘permainan’ yang sedang diperankan Pengadilan Negeri Batam sudah dilaporkan ke Ombudsman RI sebagai bentuk Mal-administrasi, pada Rabu (22/7).

” Laporan sudah kita masukkan kemarin ke Ombudsman RI di jakarta, SeMoga segera ada tindak lanjut, ” kata Cak Ta’in melalui pesan wa.

Cak Ta’in sejak akhir Juni sudah mencoba mendaftarkan gugatan class action ke Pengadilan Negeri Batam, namun beberapa kali diregistrasi tapi tidak bisa diselesaikan administrasinya. ” Anehnya itu tidak ada solusi lain. Jadi seolah-olah kami memang dipermainkan. Dihadang di gerbang.” terangnya.

Selain laporan ke Ombudsman RI, Cak Ta’in juga melaporkan ke Badan Pengawas (Balas) dan Ketua Mahkamah Agung RI sebagai Lembaga Tinggi yang menaungi peradilan dan kinerja seluruh aparatur maupun hakim-hakimnya.

“Kita juga mendapatkan banyak keluhan baik dari masyarakat maupun advocat di Batam terkait kinerja aparatur Pengadilan. Mereka menyatakan tidak memiliki SOP yang jelas. Sidang pun seenaknya saja menentukan waktunya. Tidak ada disiplin dan tidak bisa menghargai waktu orang lain.” jelas Cak Ta’in.

Cak Ta’in bermaksud menggugat PLN Bright Batam dan Walikota Batam terkait kenaikan tagihan listrik yang sangat tinggi, ‘meledak meletup’ pada bulan Juni 2020. Di mana kenaikan yang tidak melalui pencatatan meteran secara faktual itu menjadi sangat tidak wajar karena menggunakan asumsi dan tebak-tebakan. Ada yang mengalami kenaikan hampir 1000 persen, dari biasa bayar 300 ribu menjadi 3 juta. Kenaikan tagihan tersebut kemudian pembenaran dari Walikota Batam yang seolah-olah memberikan solusi dengan cara membayar sesuai dengan bulan sebelumnya dan sisanya dapat dicicil selama 9 kali pada bulan berikutnya.

Solusi yang dianggap meringankan masyarakat itu sesungguhnya justru menyakiti hati masyarakat. Mestinya walikota menekankan kepada PLN untuk melakukan koreksi tagihan listrik bukan langsung memberikan pembenaran.

Cak Ta’in sendiri akan tetap terus memperjuangkan hak-hak masyarakat yang diabaikan oleh pemimpinnya sendiri. “Kita akan terus berupaya. Laporan sudah masuk ke pimpinan mereka dan lembaga yang patut memeriksa mereka. Setelah itu bar gugatan akan kita registrasi lagi, setelah meyakinkan memang tidak ada indikasi permainan lagi,” tegas Cak Ta’in. *idone*

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %

Batam

Siswa/i SMKN 004 Batam Kunjungi Kantor IPAL Batam Centre

Published

on

By

0 0
Read Time:29 Second

WAJAHBATAM.CO.IDFaslingbpbatam – Siswa/i SMKN 004 Batam melakukan kunjungan edukasi tentang pengelolaan Limbah Domestik di Kantor IPAL Batam Centre, Selasa (24/05/2022).

Kehadiran para Siswa/i ini dalam rangka mempelajari proses pengolahan Limbah Domestik, dan Siswa/i juga diberikan edukasi tentang pentingnya mencegah pencemaran Limbah Domestik di lingkungan sekitar agar lingkungan dimasa depan tetap terjaga dengan baik dan sehat.

Dalam kunjungan ini, para siswa disambut dan dilayani dengan ramah oleh para staff kantor IPAL, terlihat staff yang hadir dan memberi arahan diantaranya Jono, David dan Leo.

#bpbatam
#bpbatamsiapmelayani#ipalbatam#WWTP#smkbisa#smkbisasmkhebat#batam#indonesia

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Continue Reading

Batam

Pembangunan IPAL BP Batam Atasi Air Tanah Bersih Dari Limbah Air Tinja

Published

on

By

0 0
Read Time:1 Minute, 16 Second

Wajahbatam.id | Batam – Pembangunan Instalasi Pengolagan Air Limbah Domestik (IPAL) oleh BP Batam yang saat ini sudah rampung di 2 wilayah Bengkong dan Batam Centre bertujuan untuk menyelamatkan generasi Kota Batam dari pencemaran lingkungan khususnya air tanah yang sangat dibutuhkan untuk sumber kehidupan berkelanjutan.

Air limbah cair yang berasal dari hasil pembuangan manusia (tinja) merupakan limbah yang dapat dianggap berbahaya untuk kelestarian sumber air yang akan dimanfaatkan manusia dan hewan sebagai kebutuhan dasar untuk kelangsungan hidup jangka panjang.

Air yang tercemar tinja manusia bisa memicu 2 jenis penyakit, yakni water borne disease yang dipicu oleh air yang diminum seperti diare, kolera dan disentri. Sedangkan water washed disease yang dipicu oleh air untuk mandi dan mencuci pakaian , seperti terjadinya infeksi kulit.

Dampak air limbah tinja terhadap kehidupan biota dan tumbuhan juga sangat berpengaruh karena memiliki kandungan zat pencemar pada limbah tinja yang dapat menyebabkan menurunnya kadar oksigen terlarut dalam air yang mengakibatkan kehidupan dalam air yang membutuhkan oksigen terganggu serta mengurangi perkembangannya, dannl lebih fatalnya lagi dapat mengakibatkan kematian karena adanya zat beracun dalam dapat tinja sebagai penyebab kerusakan pada tanaman dan tumbuhan air. Hal itu dapat mengakibatkan matinya bakteri, sehingga proses penjernihan air secara alamiah jadi terhambat.

“Dalam mengantisipasi hal tersebut, BP Batam telah berusaha semaksimalnya melakukan antisipasi untuk jangka panjang, hingga saat ini telah berhasil membangun 2 Instalasi Pengolahan Air Limbah dari 7 instalasi yang direncanakan untuk seluruh Kota Batam”, demikian keterangan Iyus Rusmana yang disampaikan kepada Wajah Batam saat dijumpai di seputaran Batam Centre. (Kamis 11/5/2022)

Selanjutnya: Dampak Limbah Tinja Pada Manusia

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Continue Reading

Batam

TPA Pembuangan Limbah Cair BP Batam Telah Beroperasi

Published

on

By

0 0
Read Time:1 Minute, 15 Second

wajahbatam.id | Batam – Saat ini, instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPAL) di Batam telah dibangun di 2 lokasi Batam yaitu di daerah Bengkong Sadai dan Batam Centre sudah siap menampung limbah pembuangan. Sejak dibangun pertama kali tahun 2019 lalu, volume tinja yang telah masuk di dua wilayah sekitar 20.000 kubik per hari.

Pembangunan IPAL yang dibangun oleh BP Batam selain untuk mengolah tinja dan limbah cair yang timbul secara alami dari kegiatan alam dan proses kehidupan manusia, juga berfungsi untuk mengendalikan air hujan.

Call Center 0811 7700 036

Tempat pembuangan tinja dibangun untuk upaya melindungi kesehatan lingkungan telah memenuhi sanitasi dasar bagi setiap keluarga. Pembuangan kotoran yang baik harus dibuang ke tempat penampungan kotoran. Bangunan yang digunakan untuk membuang dan mengumpulkan kotoran itu tersimpan dalam satu tempat tertentu dan tidak menjadi sarang penyakit seperti penyakit saluran pencernaan (enteric) dan kontaminasi zat racun, penyakit infeksi dari virus seperti hepatitis infektiosa, dan penyakit infeksi cacing seperti schitosomiasis, ascariasis, dan ankilostosomiasis.

Pembuangan tinja manusia yang tidak dikelola secara baik akan berdampak buruk bagi manusia dan lingkungan dimana air limbah tinja dapat merusak lingkungan dan kesehatan bagi manusia. Air limbah tinja yang di buang ke dalam lingkungan (tanah dan badan air)secara tidak benar dapat menimbulkan masalah vektor. Lingkungan seperti selokan dilingkungan perumahan masyarakat akan menjadi tempat berkembang biak nya nyamuk, lalat, tikus dan binatang-binatang menjijikkan lainnya seperti kecoa, karena tempat-tempat tersebut merupakan tempat untuk mendapatkan sumber makanan.

Baca selanjutnya

 

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Continue Reading

Trending