BATAM, WAJAHBATAM.ID — Kota Batam mencatatkan akselerasi pertumbuhan investasi yang signifikan pada Semester I tahun 2026. Capaian nilai investasi di Batam dalam kurun waktu enam bulan pertama ini telah mendekati angka Rp 30 triliun.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Promosi BP Batam, Dendi Gustinar, dalam acara silaturahmi bersama jajaran pimpinan redaksi dan insan pers di Kota Batam.
Dalam paparannya, Dendi mengungkapkan bahwa etos kerja, efisiensi pelayanan, serta keseriusan pembangunan infrastruktur di Batam berhasil memperpendek siklus pencapaian target investasi dari tahunan menjadi bulanan.
“Realisasi investasi enam bulan di tahun 2026 ini sudah 87 persen lebih tinggi dibandingkan total capaian setahun penuh pada 2023 (Rp16 triliun), serta melampaui capaian tahun 2024 (Rp25,46 triliun) sebesar 17,4 persen,” ujar Dendi.
Ia menambahkan, meski Batam merupakan satu daerah dari 500 lebih kabupaten/kota di Indonesia, Batam mampu menyumbangkan sekitar 3 persen dari total investasi nasional dengan laju pertumbuhan 8,7 kali lebih cepat dibanding rata-rata pertumbuhan investasi nasional.
Diversifikasi Sektor dan Investor Baru
Sebanyak 77 persen investasi yang masuk ke Batam didominasi oleh 5 sektor utama. Sektor manufaktur elektronik masih menduduki posisi puncak. Namun, sektor jasa dan infrastruktur digital kini menyusul ketat di posisi kedua, disertai lonjakan signifikan pada industri kimia dan farmasi yang tumbuh hingga 300 persen.
Selain diversifikasi industri, struktur investasi di Batam kini semakin seimbang. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berkontribusi sebesar 46,3 persen, menyokong Penanaman Modal Asing (PMA) yang berada di angka 53,7 persen untuk memperkuat ekosistem rantai pasok (supply chain) lokal.
Daya tarik Batam di kancah internasional juga mengalami perluasan pasar. Selain negara asal investor tradisional seperti Singapura dan Tiongkok, peta Penanaman Modal Asing di Batam kini diramaikan oleh masuknya investor dari Korea Selatan, Amerika Serikat, serta kembalinya investor asal Jepang setelah belasan tahun.
Dari total nilai investasi yang mencapai hampir Rp30 triliun tersebut, sebesar 53 persen di antaranya sudah memasuki tahap konstruksi dan sisanya telah aktif berproduksi, memberikan dorongan kuat bagi pertumbuhan ekonomi Kota Batam. (AI)