Sopir Angkot Telaga Punggur Tonjok Bacaleg Kepri

0 0
Read Time:2 Minute, 15 Second

WAJAHBATAM.ID – 2/7/2018 – Pagi kemarin (1/7/2018) pukul 07.10 WIB di Pelabuhan terminal Fery Telaga Punggur, telah terjadi pemukulan oleh seorang sopir angkot BP 85** ZD kepada pengantar penumpang yang akan berangkat ke Tanjung Pinang. Korban diketahui salah satu Aktifis dan seorang Bakal Calon Legislatif (Baleg) Propinsi Kepri. Korban juga merupakan salah satu ketua perguruan Karate dan salah satu ketua Lembaga Ormas Pemuda Pancasila Kota Batam disamping juga sebagai Pendiri organisasi Paguyuban Pemuda besar di kota Batam.
Berawal saat korban mengantarkan istrinya ke Tanjung Pinang via Pelabuhan Ferry Telaga Punggur Batam korban memarkirkan mobilnya ditempat parkir pengantaran penumpang yang telah disediakan yaitu bersebelahan langsung pintu masuk pelabuhan. Korban mengakui posisi parkir mobilnya agak miring karena terburu-buru pada pagi yang sepi saat itu, tapi korban telah minta bantuan dan memberitahukan kepada salah seorang cleaning service pelabuhan.
Setelah istrinya naik ferry, korban bergegas menuju mobilnya dan saat itulah seorang sopir angkot langsung melayangkan pukulan secara mendadak dengan tanpa alasan apapun sambil mengeluarkan kata-kata tuduhan telah mengganggunya cari makan.
Setelah kejadian itu korban langsung ke Polsek Nongsa melaporkan kejadian tersebut, tapi Polsek Nongsa saat itu belum bersedia merima laporan korban dengan alasan harus melakukan perobatan dan harus ada surat bukti berobat dari “rumah sakit pemerintah” yang jaraknya puluhan kilometer dari wilayah hukumnya dan tidak boleh dari Dokter Puskesmas.
Saat korban menceritakan kejadian ini, korban hanya mengatakan “Ahh…sudahlah, toh saya tak cedera walaupun pukulan dialamatkan ke rahang kanan saya” sambil menyebutkan pasal-pasal KUHP yang dianggap korban selalu rancu dg polemik “ditahan atau tidaknya” pelaku”. Jika dilanjutkanpun juga akan menyengsarakan anak istri sopir itu” lanjut korban yang tidak mau disebutkan namanya karena tak ingin dikatakan pencitraan menjelang pemilu.
Disini dapat diambil hikmahnya bahwa walaupun korban memiliki kemampuan disemua bidang, tapi beliau cukup arif dan korban hanya berpesan kepada pemerintah dalam hal ini BP Batam agar dapat menjadikan pelabuhan-pelabuhan sebagai pintu masuk yang dapat membuat nyaman pendatang ataupun masyarakat yang menggunakannya, karena jika hal ini terus dibiarkan maka akan merusak citra kota Batam sebagai Kota Pariwisata ke negara tetangga.
Korban juga berpesan kepada Kepolisian agar dapat mempermudah masyarakat memperoleh haknya atas hukum yang berlaku, karena korban menyesalkan kenapa harus RS dan Dokter Pemerintah saja yang berlaku? Apakah disiplin ilmu kedokteran itu berbeda sehingga masyarakat yg kurang mampu dan hanya punya waktu untuk mencari nafkah keluarganya akhirnya mengurungkan niatnya  dalam memiliki hak hukum atau melapor tindakan-tindakan kriminal yang dalam waktu panjang berdampak merajalelanya sistem premanisme dengan cara seperti kejadian ini”, lanjut korban mengakhiri ceritanya. (wb212)
[contact-form-7 404 "Not Found"]

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *