Connect with us

Batam

Kepala BP Batam Tandatangani KPI Dalam Rakor BLU 2021

Published

on

0 0
Read Time:2 Minute, 27 Second

 

 

 

Wajahbatam.id – BP42 | Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, menandatangani Kontrak Kinerja Pemimpin Badan Layanan Usaha (BLU) dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI, dalam Rapat Koordinasi BLU 2021.

 

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, merupakan salah satu dari 13 Pimpinan Satuan Kerja (Satker) BLU yang menjadi perwakilan penandatanganan secara simbolik, mewakili 244 Satker BLU yang ada di Indonesia.

 

Adapun kegiatan yang mengusung tema “BLU Berstrategi Pulihkan Ekonomi” ini dilaksanakan secara virtual pada Jumat (19/3/2021) pagi, di Marketing Center BP Batam, Batam Center.

 

Peserta Rakor BLU kali ini diikuti oleh lebih dari 1.200 orang, yang berasal dari Dewan Pengawas dan Pimpinan dari 244 BLU, pejabat dari 22 Kementerian/Lembaga, dan 3 Kementerian terkait dengan ekosistem BLU.

 

Rakor ini menghadirkan Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Anwar Makarim; Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin; Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI, Hadiyanto; dan Direktur Pembinaan PK BLU Kementerian Keuangan RI, Ari Wahyuni.

 

Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI, Hadiyanto dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini merupakan turunan dari amanat Presiden RI, Joko Widodo dalam Rakornas 2019 yang mengatakan, pengelolaan BLU oleh instansi pemerintah harus mengedepankan kualitas pelayanan dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat umum.

 

Selain itu, dalam kegiatan yang sama, Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, BLU harus tetap memberikan pelayanan semaksimal dan sebaik mungkin dengan efisiensi biaya, waktu dan proses bisnis meskipun tidak mengutamakan profit.

 

“Sehingga tantangan kita ke depan adalah efisiensi operasional BLU serta adaptasi terhadap perubahan arah kebijakan domestik dan kondisi global,” ujar Hadiyanto.

 

Hadiyanto merinci, jumlah BLU per rumpun layanan tahun 2021 adalah 244 BLU, yang terdiri dari 105 BLU Kesehatan, 101 BLU Pendidikan, 10 BLU Pengelola Dana, 5 BLU Kawasan dan 23 BLU Barang Jasa Lainnya.

 

Ia selanjutnya mengatakan, keberhasilan transformasi BLU sangat bergantung pada tahapan implementasi maturity rating sebagai fondasi awal rencana transformasi.

 

“Pendekatan yang perlu dipertimbangkan antara lain, change management, implementasi BLU Maturity Rating pada seluruh BLU, penguatan kapabilitas SDM dan inovasi IT,” jelas Hadiyanto.

 

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, Key Performance Indicator (KPI) BLU Rumpun Layanan Lainnya yang tertera dalam Kontrak Kinerja meliputi aspek kepuasan pengguna layanan, inovasi layanan, perluasan layanan BLU kepada masyarakat dan pembinaan tata kelola keuangan.

 

“Kontrak Kinerja ini harus segera kita lakukan. Selepas ini, kami selaku pimpinan akan melaksanakan penandatanganan secara berjenjang, mulai dari Saya selaku Kepala BP Batam kepada para Anggota Bidang, dari Anggota Bidang ke Pejabat Tingkat 2, dan seterusnya, sehingga semua program pusat ke BP Batam bisa dilaksanakan secara menyeluruh,” kata Muhammad Rudi.

 

Ia kemudian mengatakan, KPI tersebut akan menjadi faktor penentu dalam pencapaian target sehingga proses pembangunan dapat dinikmati oleh masyarakat Batam. (rud)

 

Batam, 19 Maret 2021

 

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol

Badan Pengusahaan Batam

 

Dendi Gustinandar

 

Website: www.bpbatam.go.id

Email: humas@bpbatam.go.id

Twitter: @bp_batam

Facebook: BIFZA

Instagram: BPBatam

Youtube: BPBatam

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %

Batam

Siswa/i SMKN 004 Batam Kunjungi Kantor IPAL Batam Centre

Published

on

By

0 0
Read Time:29 Second

WAJAHBATAM.CO.IDFaslingbpbatam – Siswa/i SMKN 004 Batam melakukan kunjungan edukasi tentang pengelolaan Limbah Domestik di Kantor IPAL Batam Centre, Selasa (24/05/2022).

Kehadiran para Siswa/i ini dalam rangka mempelajari proses pengolahan Limbah Domestik, dan Siswa/i juga diberikan edukasi tentang pentingnya mencegah pencemaran Limbah Domestik di lingkungan sekitar agar lingkungan dimasa depan tetap terjaga dengan baik dan sehat.

Dalam kunjungan ini, para siswa disambut dan dilayani dengan ramah oleh para staff kantor IPAL, terlihat staff yang hadir dan memberi arahan diantaranya Jono, David dan Leo.

#bpbatam
#bpbatamsiapmelayani#ipalbatam#WWTP#smkbisa#smkbisasmkhebat#batam#indonesia

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Continue Reading

Batam

Pembangunan IPAL BP Batam Atasi Air Tanah Bersih Dari Limbah Air Tinja

Published

on

By

0 0
Read Time:1 Minute, 16 Second

Wajahbatam.id | Batam – Pembangunan Instalasi Pengolagan Air Limbah Domestik (IPAL) oleh BP Batam yang saat ini sudah rampung di 2 wilayah Bengkong dan Batam Centre bertujuan untuk menyelamatkan generasi Kota Batam dari pencemaran lingkungan khususnya air tanah yang sangat dibutuhkan untuk sumber kehidupan berkelanjutan.

Air limbah cair yang berasal dari hasil pembuangan manusia (tinja) merupakan limbah yang dapat dianggap berbahaya untuk kelestarian sumber air yang akan dimanfaatkan manusia dan hewan sebagai kebutuhan dasar untuk kelangsungan hidup jangka panjang.

Air yang tercemar tinja manusia bisa memicu 2 jenis penyakit, yakni water borne disease yang dipicu oleh air yang diminum seperti diare, kolera dan disentri. Sedangkan water washed disease yang dipicu oleh air untuk mandi dan mencuci pakaian , seperti terjadinya infeksi kulit.

Dampak air limbah tinja terhadap kehidupan biota dan tumbuhan juga sangat berpengaruh karena memiliki kandungan zat pencemar pada limbah tinja yang dapat menyebabkan menurunnya kadar oksigen terlarut dalam air yang mengakibatkan kehidupan dalam air yang membutuhkan oksigen terganggu serta mengurangi perkembangannya, dannl lebih fatalnya lagi dapat mengakibatkan kematian karena adanya zat beracun dalam dapat tinja sebagai penyebab kerusakan pada tanaman dan tumbuhan air. Hal itu dapat mengakibatkan matinya bakteri, sehingga proses penjernihan air secara alamiah jadi terhambat.

“Dalam mengantisipasi hal tersebut, BP Batam telah berusaha semaksimalnya melakukan antisipasi untuk jangka panjang, hingga saat ini telah berhasil membangun 2 Instalasi Pengolahan Air Limbah dari 7 instalasi yang direncanakan untuk seluruh Kota Batam”, demikian keterangan Iyus Rusmana yang disampaikan kepada Wajah Batam saat dijumpai di seputaran Batam Centre. (Kamis 11/5/2022)

Selanjutnya: Dampak Limbah Tinja Pada Manusia

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Continue Reading

Batam

TPA Pembuangan Limbah Cair BP Batam Telah Beroperasi

Published

on

By

0 0
Read Time:1 Minute, 15 Second

wajahbatam.id | Batam – Saat ini, instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPAL) di Batam telah dibangun di 2 lokasi Batam yaitu di daerah Bengkong Sadai dan Batam Centre sudah siap menampung limbah pembuangan. Sejak dibangun pertama kali tahun 2019 lalu, volume tinja yang telah masuk di dua wilayah sekitar 20.000 kubik per hari.

Pembangunan IPAL yang dibangun oleh BP Batam selain untuk mengolah tinja dan limbah cair yang timbul secara alami dari kegiatan alam dan proses kehidupan manusia, juga berfungsi untuk mengendalikan air hujan.

Call Center 0811 7700 036

Tempat pembuangan tinja dibangun untuk upaya melindungi kesehatan lingkungan telah memenuhi sanitasi dasar bagi setiap keluarga. Pembuangan kotoran yang baik harus dibuang ke tempat penampungan kotoran. Bangunan yang digunakan untuk membuang dan mengumpulkan kotoran itu tersimpan dalam satu tempat tertentu dan tidak menjadi sarang penyakit seperti penyakit saluran pencernaan (enteric) dan kontaminasi zat racun, penyakit infeksi dari virus seperti hepatitis infektiosa, dan penyakit infeksi cacing seperti schitosomiasis, ascariasis, dan ankilostosomiasis.

Pembuangan tinja manusia yang tidak dikelola secara baik akan berdampak buruk bagi manusia dan lingkungan dimana air limbah tinja dapat merusak lingkungan dan kesehatan bagi manusia. Air limbah tinja yang di buang ke dalam lingkungan (tanah dan badan air)secara tidak benar dapat menimbulkan masalah vektor. Lingkungan seperti selokan dilingkungan perumahan masyarakat akan menjadi tempat berkembang biak nya nyamuk, lalat, tikus dan binatang-binatang menjijikkan lainnya seperti kecoa, karena tempat-tempat tersebut merupakan tempat untuk mendapatkan sumber makanan.

Baca selanjutnya

 

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Continue Reading

Trending