Pengamat Endus Potensi Penyelewengan Dana Program MBG untuk Pemilu 2029
BATAM, WAJAHBATAM.ID – Program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), kembali menuai sorotan tajam dari kalangan akademisi dan pengamat politik nasional. Profesor Riset sekaligus pengamat politik senior, Ikrar Nusa Bhakti, melemparkan dugaan keras bahwa mega proyek dengan anggaran fantastis tersebut rawan disalahgunakan atau dijadikan “bancakan” politik sebagai modal modal menuju Pemilu 2029.
Kekhawatiran ini mencuat seiring dengan lonjakan masif alokasi anggaran proyek strategis nasional tersebut. Pada tahun 2026 saja, Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan komitmen pemerintah dengan menggelontorkan dana mencapai Rp335 triliun demi mengejar target jangkauan hingga 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Meskipun pemerintah berulang kali menegaskan bahwa program ini murni untuk penguatan gizi anak bangsa dan penggerak ekonomi mikro di daerah, celah pengawasan pada rantai birokrasi dinilai tetap menyimpan risiko tinggi. Skala proyek yang menyentuh tingkat akar rumput (grassroots) di setiap desa membuat tata kelolanya rentan disusupi oleh kepentingan politik praktis jangka panjang, khususnya penumpukan logistik pemilu menjelang kontestasi 2029 mendatang.
Kalangan pengamat pun mendesak agar Badan Gizi Nasional (BGN), Satgas MBG, serta lembaga pengawas keuangan memperketat transparansi operasional dapur umum dan pola kemitraan di daerah demi menjaga kemurnian tujuan awal program kemanusiaan ini.