BATAM – Fasilitas mewah di lingkungan DPRD Kepulauan Riau (Kepri) tengah menjadi sorotan tajam. Melansir laporan Indo Mosad Kritis News, alokasi anggaran fantastis hingga miliaran rupiah dikucurkan untuk penyewaan mobil mewah bagi pimpinan dewan, termasuk kehadiran kendaraan apung berwujud sedan hybrid.

Fenomena “surga fasilitas” di kawasan Dompak ini memicu tanda tanya terkait urgensi di tengah kondisi ekonomi masyarakat. Terutama penggunaan kendaraan hybrid yang mampu beroperasi di air, yang dinilai sebagai pemborosan anggaran.

Pemimpin Redaksi MKN Hadi Langgoday, saat dikonfirmasi via telepon oleh kru media, menegaskan pentingnya transparansi anggaran tersebut.

“Kita perlu pertanyakan apakah fasilitas ini menunjang kinerja atau sekadar kemewahan,” tegas Dion singkat.

Ini catatan kemewahan dimaksud:

TOTAL ANGGARAN: ± Rp4,7 MILIAR

Unit Investigasi INDOMOSAD menemukan indikasi “Krisis Empati” dalam perencanaan anggaran berikut:

1. Lencana Emas Fantastis (Kode 64361295)

  • Anggaran: Rp3.822.500.000

  • Item: Pin emas Satyalancana.

  • Analisis: Pemborosan hampir Rp4 Miliar untuk item seremonial dinilai melukai perasaan publik.

2. Skandal “Wangi” Kantor & Rumah Dinas

  • Total Anggaran: Rp855.920.000

  • Rincian: Sewa pengharum kantor (Rp515jt), rumah dinas (Rp190jt), dan gedung VVIP (Rp150jt).

  • Analisis: Mewujudkan ruangan “beraroma wangi” dengan biaya hampir 1 Miliar adalah bentuk kemewahan yang tidak patut.

3. Fasilitas Ornamental (Kode 63347104)

  • Anggaran: Rp48.209.000

  • Item: Perawatan kolam ikan kantor.

  • Analisis: Fokus berlebih pada elemen dekoratif ketimbang substansi pelayanan publik.

DAMPAK JIKA DANA DIALIHKAN:

  • Sosial: Mampu membiayai beasiswa penuh untuk ribuan anak kurang mampu di Rempang atau Galang.

  • Infrastruktur: Dapat memperbaiki puluhan titik kebocoran pipa air bersih yang sering dikeluhkan warga Batam.

Sumber: Update April 2026 – Unit Investigasi INDOMOSAD

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *