ILUNI SIL UI dan IDN Global Gelar FGD FEW Nexus

JAKARTA, WAJAHBATAM.ID — Ikatan Alumni Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (ILUNI SIL UI) bersama Indonesian Diaspora Network (IDN) Global menggelar Focus Group Discussion (FGD) Terintegrasi FEW Nexus di Kompleks Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

FGD bertajuk “Solusi Strategi Program dan Rencana Aksi Nasional untuk Ketahanan Pangan, Energi, dan Air Menuju Indonesia Emas 2045” ini menghimpun akademisi, pemerintah, diaspora Indonesia, pakar lingkungan, dan dunia usaha untuk merumuskan langkah taktis menghadapi krisis iklim serta pengelolaan sumber daya strategis nasional.

Ketua ILUNI SIL UI, Dr. Andre Notohamijoyo, S.Sos., MSM, menegaskan bahwa tantangan global masa kini tidak dapat diselesaikan secara sektoral. Menurutnya, isu ketahanan pangan, energi, dan air merupakan satu kesatuan (nexus) yang saling terikat.

“Kita membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk akademisi, pemerintah, masyarakat, dan diaspora Indonesia di berbagai negara untuk bersama-sama memberikan solusi terbaik bagi masa depan bangsa,” ujar Andre.

Presiden IDN Global, Nathalia Widjaja, menyampaikan bahwa diaspora dari berbagai negara seperti Hong Kong, Taiwan, Meksiko, Qatar, Australia, Swiss, hingga Belanda berpartisipasi aktif secara luring maupun daring. Ia menekankan pentingnya pendekatan Food-Energy-Water (FEW) Nexus sebagai dasar kebijakan nasional.

“Tiga elemen utama yaitu pangan, energi, dan air merupakan fondasi kehidupan. Diharapkan hasil diskusi ini menghasilkan policy brief dan rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan langsung kepada Presiden Republik Indonesia,” kata Nathalia.

Sementara itu, ekonom senior sekaligus pelopor pembangunan berwawasan lingkungan, Prof. H. Emil Salim, mengimbau agar ancaman perubahan iklim dijawab dengan penguatan sains dan riset.

“Jawaban atas tantangan perubahan iklim bukanlah rasa takut, melainkan penguatan ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi. Para ilmuwan memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan solusi agar bangsa ini menjadi negara maju yang disegani dunia,” tegas Prof. Emil Salim.

Ketua Pelaksana FGD, Kolonel Laut Samuel Finley Panggabean, menambahkan bahwa ketahanan tiga sektor ini membutuhkan perencanaan yang terintegrasi dan kolaboratif antar-kementerian demi menjamin keberlanjutan generasi mendatang.

Sinergi ILUNI SIL UI dan IDN Global ini diharapkan menjadi dorongan nyata dalam menyusun rencana aksi nasional yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan menyongsong Indonesia Emas 2045. (AI)

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *