Connect with us
BP BATAM LMS

Batam

Guru dan Komite Tidak Boleh Jual Beli Buku Pelajaran

Published

on

0 0
Read Time:1 Minute, 34 Second

WAJAHBATAM.IDBatam, “Ini tak bisa dibiarkan, terlalu banyak Anda melakukan kesalahan, dan Dinas Pendidikan harus dibenahi” ini salah satu pernyataan tegas dan keras dari Bobi Siregar dari anggota Komisi IV dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang memimpin pleno ini atas laporan yang diajukan DPW LPP Tipikor Provinsi KEPRI Ke Komisi IV, DRPD Kota Batam.

Rapat Dengar Pendapat (RDP) atas laporan yang diajukan DPW LPP Tipikor Provinsi KEPRI Ke Komisi IV, DRPD Kota Batam | Wajah Batam


Hearing yang diselenggarakan hari Selasa, 21 November 2017 ini juga dihadiri oleh orangtua wali murid, Wajah Batam, Penggiat Pendidikan yang khususnya terlapor SDN 009 Muka Kuning terkait masalah Jual Beli Buku Pendamping & Pemantapan di – SDN 009 Kecamatan Sei Beduk.
Hery Marhat yang hadir mewakili suara orangtua murid mengatakan, “Persoalan jual beli buku di sekolah bukan menyangkut masalah harga tapi masalah aturan yang sudah digariskan pemerintah. Sehingga apapun alasannya baik guru maupun komite tidak dibenarkan berbisnis disekolah”. Demikian Hery Marhat menyuarakan aturan dengan berapi-api.

Pesan Walikota Batam

Ada yang menarik dari pleno ini yaitu pengakuan dari pihak Dinas Pendidikan yang disampaikan oleh Firdaus, S.Pd. Beliau yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam menyampaikan bahwa hal seperti ini akan segera dihentikan. Beliau juga mengatakan Walikota Batam berpesan tentang guru yang menyelenggarakan les baik didalam maupun diluar sekolah ataudiluar jam belajar agar diperhatikan. Diharapkan kepada masyarakat maupun orangtua wali murid untuk dapat melaporkannya ke Dinas Pendidikan Kota Batam.
Terkait dengan hal tersebut, Allan Suharsad yang juga hadir membalas pesan tersebut tapi cukup sampai ke Disdik Kota Batam bahwa Disdik Kota Batam agar memberdayakan Guru-guru yang sudah sertifikasi untuk maksimal mendidik siswanya karena maksimalitas transfer ilmu ada pada kemampuan mereka, bukan pada guru-guru Honorer.
Allan Suharsad juga menambahkan benang merah dari semua ini ada di gedung DPRD ini, dan meminta para Dewan agar konsisten melaksanakan tugasnya. (WB09/Nayla)

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Advertisement
Click to comment

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Batam

Siswa/i SMKN 004 Batam Kunjungi Kantor IPAL Batam Centre

Published

on

By

0 0
Read Time:29 Second

WAJAHBATAM.CO.IDFaslingbpbatam – Siswa/i SMKN 004 Batam melakukan kunjungan edukasi tentang pengelolaan Limbah Domestik di Kantor IPAL Batam Centre, Selasa (24/05/2022).

Kehadiran para Siswa/i ini dalam rangka mempelajari proses pengolahan Limbah Domestik, dan Siswa/i juga diberikan edukasi tentang pentingnya mencegah pencemaran Limbah Domestik di lingkungan sekitar agar lingkungan dimasa depan tetap terjaga dengan baik dan sehat.

Dalam kunjungan ini, para siswa disambut dan dilayani dengan ramah oleh para staff kantor IPAL, terlihat staff yang hadir dan memberi arahan diantaranya Jono, David dan Leo.

#bpbatam
#bpbatamsiapmelayani#ipalbatam#WWTP#smkbisa#smkbisasmkhebat#batam#indonesia

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Continue Reading

Batam

Pembangunan IPAL BP Batam Atasi Air Tanah Bersih Dari Limbah Air Tinja

Published

on

By

0 0
Read Time:1 Minute, 16 Second

Wajahbatam.id | Batam – Pembangunan Instalasi Pengolagan Air Limbah Domestik (IPAL) oleh BP Batam yang saat ini sudah rampung di 2 wilayah Bengkong dan Batam Centre bertujuan untuk menyelamatkan generasi Kota Batam dari pencemaran lingkungan khususnya air tanah yang sangat dibutuhkan untuk sumber kehidupan berkelanjutan.

Air limbah cair yang berasal dari hasil pembuangan manusia (tinja) merupakan limbah yang dapat dianggap berbahaya untuk kelestarian sumber air yang akan dimanfaatkan manusia dan hewan sebagai kebutuhan dasar untuk kelangsungan hidup jangka panjang.

Air yang tercemar tinja manusia bisa memicu 2 jenis penyakit, yakni water borne disease yang dipicu oleh air yang diminum seperti diare, kolera dan disentri. Sedangkan water washed disease yang dipicu oleh air untuk mandi dan mencuci pakaian , seperti terjadinya infeksi kulit.

Dampak air limbah tinja terhadap kehidupan biota dan tumbuhan juga sangat berpengaruh karena memiliki kandungan zat pencemar pada limbah tinja yang dapat menyebabkan menurunnya kadar oksigen terlarut dalam air yang mengakibatkan kehidupan dalam air yang membutuhkan oksigen terganggu serta mengurangi perkembangannya, dannl lebih fatalnya lagi dapat mengakibatkan kematian karena adanya zat beracun dalam dapat tinja sebagai penyebab kerusakan pada tanaman dan tumbuhan air. Hal itu dapat mengakibatkan matinya bakteri, sehingga proses penjernihan air secara alamiah jadi terhambat.

“Dalam mengantisipasi hal tersebut, BP Batam telah berusaha semaksimalnya melakukan antisipasi untuk jangka panjang, hingga saat ini telah berhasil membangun 2 Instalasi Pengolahan Air Limbah dari 7 instalasi yang direncanakan untuk seluruh Kota Batam”, demikian keterangan Iyus Rusmana yang disampaikan kepada Wajah Batam saat dijumpai di seputaran Batam Centre. (Kamis 11/5/2022)

Selanjutnya: Dampak Limbah Tinja Pada Manusia

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Continue Reading

Batam

TPA Pembuangan Limbah Cair BP Batam Telah Beroperasi

Published

on

By

0 0
Read Time:1 Minute, 15 Second

wajahbatam.id | Batam – Saat ini, instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPAL) di Batam telah dibangun di 2 lokasi Batam yaitu di daerah Bengkong Sadai dan Batam Centre sudah siap menampung limbah pembuangan. Sejak dibangun pertama kali tahun 2019 lalu, volume tinja yang telah masuk di dua wilayah sekitar 20.000 kubik per hari.

Pembangunan IPAL yang dibangun oleh BP Batam selain untuk mengolah tinja dan limbah cair yang timbul secara alami dari kegiatan alam dan proses kehidupan manusia, juga berfungsi untuk mengendalikan air hujan.

Call Center 0811 7700 036

Tempat pembuangan tinja dibangun untuk upaya melindungi kesehatan lingkungan telah memenuhi sanitasi dasar bagi setiap keluarga. Pembuangan kotoran yang baik harus dibuang ke tempat penampungan kotoran. Bangunan yang digunakan untuk membuang dan mengumpulkan kotoran itu tersimpan dalam satu tempat tertentu dan tidak menjadi sarang penyakit seperti penyakit saluran pencernaan (enteric) dan kontaminasi zat racun, penyakit infeksi dari virus seperti hepatitis infektiosa, dan penyakit infeksi cacing seperti schitosomiasis, ascariasis, dan ankilostosomiasis.

Pembuangan tinja manusia yang tidak dikelola secara baik akan berdampak buruk bagi manusia dan lingkungan dimana air limbah tinja dapat merusak lingkungan dan kesehatan bagi manusia. Air limbah tinja yang di buang ke dalam lingkungan (tanah dan badan air)secara tidak benar dapat menimbulkan masalah vektor. Lingkungan seperti selokan dilingkungan perumahan masyarakat akan menjadi tempat berkembang biak nya nyamuk, lalat, tikus dan binatang-binatang menjijikkan lainnya seperti kecoa, karena tempat-tempat tersebut merupakan tempat untuk mendapatkan sumber makanan.

Baca selanjutnya

 

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Continue Reading

Trending