Connect with us

Batam

Surat Terbuka Tentang LORONG SEMPIT Engku Putri

Published

on

0 0
Read Time:1 Minute, 45 Second

SURAT TERBUKA UNTUK WALIKOTA BATAM
Yth, Walikota Batam
Dataran Engku Putri (Alun-alun) adalah salah satu fasilitas umum yang sudah identik dengan tempat masyarakat Batam melepas lelah dikala libur (wisata lokal) , jogging track di pagi dan sore hari bagi pengunjung yang sporty serta ajang aktualisasi bakat bagi anak muda Batam yang memang minim Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Pintu gerbang megah yang menjadi akses masuk masyarakat berkunjung ke alun-alun selama ini terbuka lebar namun dalam beberapa bulan ini ditutup total yang seakan memberi kesan “alun-alun tersebut tak boleh lagi dikunjungi”.
Dari pantauan kami dilapangan khususnya setiap malam Minggu, masyarakat tetap bisa masuk melalui celah-celah gerbang yang ada di sudut kiri dan kanan gerbang. Celah yang hanya berukuran 30 cm dengan tapakan lantai menuju seberang pagar hanya 60 cm dari dinding dengan ketinggian lebih dari 1 meter.

Hal ini sangat membahayakan anak-anak, perempuan, orang tua dan siapapun yang berkunjung melalui “lorong wisata” alun-alun engku putri tersebut yang hanya bisa dilalui dwngan memiringkan badan dan dihadang pijakan curam yang siap menerima nasib naasnya. Lorong ini dilalui masyarakat setiap hari libur sekitar 2.000-3.000 pengunjung.

Terdengar juga kabar bahwa di alun-alun ini ada pedagang istimewa yang boleh masuk dengan pembayaran upeti bervariasi dengan 2 sistem pembayaran yaitu harian dan bulanan. Dan pedagang yang tak memenuhi syarat tersebut tidak dibenarkan berjualan di seputaran engku putri ini.
Muncul pertanyaan di masyarakat “kenapa pintu tersebut ditutup?” dan apakah ada payung hukum pengutipan uang ke pedagang tersebut?”
Jika itu memang ditutup karena bukan jam kerja, mungkin sebaiknya Pemko Batam membuat plank pengumuman jam berkunjung sehingga masyarakat tidak mengharap lagi datang ke sana untuk melepas lelah dan terhindar dari bahaya “lorong wisata” seperti tersebut diatas yang tentunya dengan penjagaan Satpol PP yang jarang dilihat saat keramaian ada.
Apakah hal ini diketahui oleh Walikota Batam ? Atau hanya kebijakan tanpa dasar dari Satpol PP yang bertugas menjaga ketertiban Lapangam Milik Masyarakat agar menjadi rupiah yang bersumber dari PKL yang membayar Rp 150.000/bulan plus Rp 20.000/malam ???
Demikian surat terbuka ini disampaikan kepada Walikota Batam untuk dimaklumi.
Ttd Masyarakat Batam
Allan Suharsad0

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %

Batam

Siswa/i SMKN 004 Batam Kunjungi Kantor IPAL Batam Centre

Published

on

By

0 0
Read Time:29 Second

WAJAHBATAM.CO.IDFaslingbpbatam – Siswa/i SMKN 004 Batam melakukan kunjungan edukasi tentang pengelolaan Limbah Domestik di Kantor IPAL Batam Centre, Selasa (24/05/2022).

Kehadiran para Siswa/i ini dalam rangka mempelajari proses pengolahan Limbah Domestik, dan Siswa/i juga diberikan edukasi tentang pentingnya mencegah pencemaran Limbah Domestik di lingkungan sekitar agar lingkungan dimasa depan tetap terjaga dengan baik dan sehat.

Dalam kunjungan ini, para siswa disambut dan dilayani dengan ramah oleh para staff kantor IPAL, terlihat staff yang hadir dan memberi arahan diantaranya Jono, David dan Leo.

#bpbatam
#bpbatamsiapmelayani#ipalbatam#WWTP#smkbisa#smkbisasmkhebat#batam#indonesia

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Continue Reading

Batam

Pembangunan IPAL BP Batam Atasi Air Tanah Bersih Dari Limbah Air Tinja

Published

on

By

0 0
Read Time:1 Minute, 16 Second

Wajahbatam.id | Batam – Pembangunan Instalasi Pengolagan Air Limbah Domestik (IPAL) oleh BP Batam yang saat ini sudah rampung di 2 wilayah Bengkong dan Batam Centre bertujuan untuk menyelamatkan generasi Kota Batam dari pencemaran lingkungan khususnya air tanah yang sangat dibutuhkan untuk sumber kehidupan berkelanjutan.

Air limbah cair yang berasal dari hasil pembuangan manusia (tinja) merupakan limbah yang dapat dianggap berbahaya untuk kelestarian sumber air yang akan dimanfaatkan manusia dan hewan sebagai kebutuhan dasar untuk kelangsungan hidup jangka panjang.

Air yang tercemar tinja manusia bisa memicu 2 jenis penyakit, yakni water borne disease yang dipicu oleh air yang diminum seperti diare, kolera dan disentri. Sedangkan water washed disease yang dipicu oleh air untuk mandi dan mencuci pakaian , seperti terjadinya infeksi kulit.

Dampak air limbah tinja terhadap kehidupan biota dan tumbuhan juga sangat berpengaruh karena memiliki kandungan zat pencemar pada limbah tinja yang dapat menyebabkan menurunnya kadar oksigen terlarut dalam air yang mengakibatkan kehidupan dalam air yang membutuhkan oksigen terganggu serta mengurangi perkembangannya, dannl lebih fatalnya lagi dapat mengakibatkan kematian karena adanya zat beracun dalam dapat tinja sebagai penyebab kerusakan pada tanaman dan tumbuhan air. Hal itu dapat mengakibatkan matinya bakteri, sehingga proses penjernihan air secara alamiah jadi terhambat.

“Dalam mengantisipasi hal tersebut, BP Batam telah berusaha semaksimalnya melakukan antisipasi untuk jangka panjang, hingga saat ini telah berhasil membangun 2 Instalasi Pengolahan Air Limbah dari 7 instalasi yang direncanakan untuk seluruh Kota Batam”, demikian keterangan Iyus Rusmana yang disampaikan kepada Wajah Batam saat dijumpai di seputaran Batam Centre. (Kamis 11/5/2022)

Selanjutnya: Dampak Limbah Tinja Pada Manusia

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Continue Reading

Batam

TPA Pembuangan Limbah Cair BP Batam Telah Beroperasi

Published

on

By

0 0
Read Time:1 Minute, 15 Second

wajahbatam.id | Batam – Saat ini, instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPAL) di Batam telah dibangun di 2 lokasi Batam yaitu di daerah Bengkong Sadai dan Batam Centre sudah siap menampung limbah pembuangan. Sejak dibangun pertama kali tahun 2019 lalu, volume tinja yang telah masuk di dua wilayah sekitar 20.000 kubik per hari.

Pembangunan IPAL yang dibangun oleh BP Batam selain untuk mengolah tinja dan limbah cair yang timbul secara alami dari kegiatan alam dan proses kehidupan manusia, juga berfungsi untuk mengendalikan air hujan.

Call Center 0811 7700 036

Tempat pembuangan tinja dibangun untuk upaya melindungi kesehatan lingkungan telah memenuhi sanitasi dasar bagi setiap keluarga. Pembuangan kotoran yang baik harus dibuang ke tempat penampungan kotoran. Bangunan yang digunakan untuk membuang dan mengumpulkan kotoran itu tersimpan dalam satu tempat tertentu dan tidak menjadi sarang penyakit seperti penyakit saluran pencernaan (enteric) dan kontaminasi zat racun, penyakit infeksi dari virus seperti hepatitis infektiosa, dan penyakit infeksi cacing seperti schitosomiasis, ascariasis, dan ankilostosomiasis.

Pembuangan tinja manusia yang tidak dikelola secara baik akan berdampak buruk bagi manusia dan lingkungan dimana air limbah tinja dapat merusak lingkungan dan kesehatan bagi manusia. Air limbah tinja yang di buang ke dalam lingkungan (tanah dan badan air)secara tidak benar dapat menimbulkan masalah vektor. Lingkungan seperti selokan dilingkungan perumahan masyarakat akan menjadi tempat berkembang biak nya nyamuk, lalat, tikus dan binatang-binatang menjijikkan lainnya seperti kecoa, karena tempat-tempat tersebut merupakan tempat untuk mendapatkan sumber makanan.

Baca selanjutnya

 

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Continue Reading

Trending