Connect with us

Batam

Mobil Mewah ‘Bodong’ Hasil Kong Kalingkong

Published

on

0 0
Read Time:3 Minute, 14 Second

Oleh: Cak Ta’in Komari, SS.
Ketua Presidium Kelompok Diskusi Anti 86;
Kontributor Wajah Batam

WAJAHBATAM.ID – 11/4/2019 | Menelusuri dan menginvestigasi keberadaan mobil mewah di Kota Batam yang indikasinya illegal alias mobil ‘bodong’ nampaknya bakal semakin menarik. Mobil mewah yang semestinya berharga miliar rupiah bisa dijual hanya dengan setengah harga normal bahkan hanya 1/3-nya saja. Beberapa sumber penulis di lapangan begitu antusias menceritakan seputar mobil mewah tersebut sampai di Batam.

Mobil Mewah Di Batam Rugikan Negara

Mobil mewah tersebut yang diimpor dari Singapura indikasinya merupakan mobil rekondisi yang harganya sangat murah. Mobil seken yang sudah digunakan 2-5 tahun. Sederhana saja menilainya, Singapura bukanlah negara tempat memproduksi mobil-mobil tersebut. Kalau importer mau mesukkan mobil baru secara CBU tentu akan didatangkan langsung dari negara yang memproduksi mobil tersebut. Mobil-mobil tersebut masuk ke Batam melalui pelabuhan-pelabuhan tikus, bahkan sebagian melalui pelabuhan resmi dengan menggunakan container – yang datanya ditumpangkan dengan kuota impor mobil yang dikeluarkan BP Batam (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, Direktorat Perdagangan Luar Negeri).

Anehnya mobil mewah bodong tersebut sebagian menggunakan plat nomor polisi (nopol) resmi yang dikeluarkian Samsat Kepri, tapi ketika diperiksa dalam daftar pembayaran pajak, mobil-mobil mewah tersebut menjadi nihil alias tidak terdaftar sebagai pembayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Mobil mewah seperti Alfard, Velvire, Rubicon, Porce, BMW seri 5, Mercedes Benz, Mini Cooper, dll harusnya membayar PKB sekitar Rp. 20 jutaan pertahun. Bahkan Toyota Land Cruiser dan Lexus, mobil sport Lamborgini atau Ferrary – PKB yang mestinya dibayar mencapai Rp. 30 jutaan pertahun. Kalau menggunakan nopol buatin sendiri indikasi ‘bodongnya’makin jelas.

Sementara mobil premium sekelas Toyota Fortuner baru, Pajero Sport, CRV, Harier dan sejenisnya pajaknya pertahun sudah hampir mencapai Rp. 10 juta. Mobil yang merupakan produk rakitan nasional itu juga gak banyak mendapatkan fasilitas di Batam, kecuali bebas PPN – dengan catatan mobil tidak boleh dan tidak bisa dibawa keluar Batam.

Kembali ke soal mobil mewah yang dengan gampang masuk ke Batam dan digunakan seenaknya berlalu lalang di jalan raya diduga kuat merupakan hasil konspirasi ‘kong kalikong’ berbagai instansi. Kuota impor dikeluarkan Kementerian Perdagangan Ditjen Pergadangan Luar Negeri (mungkin bisa melalui BP Batam); lalu lintas barang – pintu masuk mobil merupakan tanggung jawab petugas Bea dan Cukai; plat nopol kewenangan Direktorat Lalu Lintas Polda Kepri; sementara urusan PKB menjadi kewenangan Dispenda Provinsi Kepri. Persoalannya bolehkah mereka bertindak sendiri-sendiri tidak terintegrasi dalam satu rangkaian sementara mereka juga tergabung dalam Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) yang merupakan gabungan kerja Dirlantas Polda, Dispenda Provinsi dan Jasa Raharja.

Ketika mobil mewah ‘bodong’ tersebut masuk ke Batam melalui pelabuhan resmi dengan menggunakan container – maka betapa konyolnya aparat di pelabuhan yang bertugas memeriksa lalu lintas barang masuk tersebut. Kebaradaan mobil mewah di Batam jelas-jelas tidak memberikan manfaat secara nyata bagi kepentingan umum maupun pemerintah, sementara importer, dealer dan pengguna mobil mewah jelas-jelas diuntungkan dengan fasilitas status FTZ Batam; belum lagi gigit jarinya Dispenda Provinsi Kepri yang tidak menerima pembayaran PKB ya karena mobilnya ‘bodong’.
Semoga BP Batam, khususnya Direktorat lalu Lintas Batam, Dinas Perhubungan Pemko Batam, Dispenda Provinsi Kepri, Direktorat Lalu Lintas Polda Kepri, Bea dan Cukai Kantor Pelayanan Batam, dan semua pihak yang memiliki data dan informasi soal impor mobil merah dan keberadaan mobil mewah ‘bodong’ di Batam mau buka-bukaan informasi dan data, sehingga ‘kong kalikong’ konspirasi yang hanya menguntungkan segelintir orang ini dapat diketahui public secara luas.

Tulisan ini baru awal dan sangat minim informasi. Tapi tim Wajah Batam akan terus mengembangkan informasi dan data apapun sehingga persoalan ini dapat ditindaklanjuti parat berwenang sebagaimana mestinya. Terutama ketahuan, siapa pemainnya? Pemain lama atau pemain baru? O, iya sekedar info dan intermezzo, ada pihak yang mulai kebakaran jenggot dengan mobil mewah ‘bodong’ ini sampai website Wajahbatam.id sempat diheck kemarin sejak pagi hingga sore – untungnya IT Wajah Batam mampu menyelamatkannya. Jadi kita tetap dapat berselancar terus hingga tuntas.

To be continue…

Cover: copyright Galeri Alpard – Google

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Advertisement
Click to comment

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Batam

Pembangunan IPAL BP Batam Atasi Air Tanah Bersih Dari Limbah Air Tinja

Published

on

By

0 0
Read Time:1 Minute, 16 Second

Wajahbatam.id | Batam – Pembangunan Instalasi Pengolagan Air Limbah Domestik (IPAL) oleh BP Batam yang saat ini sudah rampung di 2 wilayah Bengkong dan Batam Centre bertujuan untuk menyelamatkan generasi Kota Batam dari pencemaran lingkungan khususnya air tanah yang sangat dibutuhkan untuk sumber kehidupan berkelanjutan.

Air limbah cair yang berasal dari hasil pembuangan manusia (tinja) merupakan limbah yang dapat dianggap berbahaya untuk kelestarian sumber air yang akan dimanfaatkan manusia dan hewan sebagai kebutuhan dasar untuk kelangsungan hidup jangka panjang.

Air yang tercemar tinja manusia bisa memicu 2 jenis penyakit, yakni water borne disease yang dipicu oleh air yang diminum seperti diare, kolera dan disentri. Sedangkan water washed disease yang dipicu oleh air untuk mandi dan mencuci pakaian , seperti terjadinya infeksi kulit.

Dampak air limbah tinja terhadap kehidupan biota dan tumbuhan juga sangat berpengaruh karena memiliki kandungan zat pencemar pada limbah tinja yang dapat menyebabkan menurunnya kadar oksigen terlarut dalam air yang mengakibatkan kehidupan dalam air yang membutuhkan oksigen terganggu serta mengurangi perkembangannya, dannl lebih fatalnya lagi dapat mengakibatkan kematian karena adanya zat beracun dalam dapat tinja sebagai penyebab kerusakan pada tanaman dan tumbuhan air. Hal itu dapat mengakibatkan matinya bakteri, sehingga proses penjernihan air secara alamiah jadi terhambat.

“Dalam mengantisipasi hal tersebut, BP Batam telah berusaha semaksimalnya melakukan antisipasi untuk jangka panjang, hingga saat ini telah berhasil membangun 2 Instalasi Pengolahan Air Limbah dari 7 instalasi yang direncanakan untuk seluruh Kota Batam”, demikian keterangan Iyus Rusmana yang disampaikan kepada Wajah Batam saat dijumpai di seputaran Batam Centre. (Kamis 11/5/2022)

Selanjutnya: Dampak Limbah Tinja Pada Manusia

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Continue Reading

Batam

TPA Pembuangan Limbah Cair BP Batam Telah Beroperasi

Published

on

By

0 0
Read Time:1 Minute, 15 Second

wajahbatam.id | Batam – Saat ini, instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPAL) di Batam telah dibangun di 2 lokasi Batam yaitu di daerah Bengkong Sadai dan Batam Centre sudah siap menampung limbah pembuangan. Sejak dibangun pertama kali tahun 2019 lalu, volume tinja yang telah masuk di dua wilayah sekitar 20.000 kubik per hari.

Pembangunan IPAL yang dibangun oleh BP Batam selain untuk mengolah tinja dan limbah cair yang timbul secara alami dari kegiatan alam dan proses kehidupan manusia, juga berfungsi untuk mengendalikan air hujan.

Call Center 0811 7700 036

Tempat pembuangan tinja dibangun untuk upaya melindungi kesehatan lingkungan telah memenuhi sanitasi dasar bagi setiap keluarga. Pembuangan kotoran yang baik harus dibuang ke tempat penampungan kotoran. Bangunan yang digunakan untuk membuang dan mengumpulkan kotoran itu tersimpan dalam satu tempat tertentu dan tidak menjadi sarang penyakit seperti penyakit saluran pencernaan (enteric) dan kontaminasi zat racun, penyakit infeksi dari virus seperti hepatitis infektiosa, dan penyakit infeksi cacing seperti schitosomiasis, ascariasis, dan ankilostosomiasis.

Pembuangan tinja manusia yang tidak dikelola secara baik akan berdampak buruk bagi manusia dan lingkungan dimana air limbah tinja dapat merusak lingkungan dan kesehatan bagi manusia. Air limbah tinja yang di buang ke dalam lingkungan (tanah dan badan air)secara tidak benar dapat menimbulkan masalah vektor. Lingkungan seperti selokan dilingkungan perumahan masyarakat akan menjadi tempat berkembang biak nya nyamuk, lalat, tikus dan binatang-binatang menjijikkan lainnya seperti kecoa, karena tempat-tempat tersebut merupakan tempat untuk mendapatkan sumber makanan.

Baca selanjutnya

 

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Continue Reading

Batam

19 Orang Satpam Bank BNI 46 KCU Batam di SP3 kan dan Dikembalikan Ke Vendor

Published

on

By

0 0
Read Time:2 Minute, 12 Second

WAJAHBATAM.ID | BATAM – Bermula Dari WA yang di kirim oleh Admin Pesat Gatra 93 ‘pada tanggal 27/2/2022 pagi sekitar jam 10 an kepada 19 orang security Bank BNI KCU Batam . Untuk dan diharap kehadiran nya pada tanggal 28/2/2022 pukul 8.30.

Pada hari yang di tentukan sebanyak 18 orang berkumpul di depan kantor Pesat Gatra 93 di bilangan Tiban (Ruko Hafindo Square Blok E no 7 Tiban. Di sana mereka di jelaskan bahwa kontrak mereka sudah habis dan akan berhenti kerja pada bulan maret.

Di ceritakan oleh Efrianto Zaluhu . Mengenai masalah kontrak dengan Bank BNI Kampung Utama dimulai oleh Vendor PT Delta Bumi Perkasa. Setelah kontrak PT Delta Bumi Perkasa dengan BNI berakhir tahun 2019 bulan 3 akhir dan di sambung oleh Pesat Gatra 93.

” Pada 1 April tahun 2019. Kami menandatangani kontrak. Berlaku 1 tahun masa kerja dan berakhir 31 April 2020, Setelah itu mereka tidak ada melakukan pembaharuan kontrak kerja lagi sampai berakhir kami bekerja 28 February 2022  . Apa tidak aneh itu ” tutur Efrianto Zaluhu berapi api.

Masih menurut Efrianto Zaluhu, Katanya ada pengurangan 14 orang , Keputusan berasal dari wilayah 02. Ketika ditanya dari mana mereka dapat info . mereka menjawab dari bapak Reza bagian umum (bank BNI*red). Setelah keputusan sampai di Batam , Pihak manajemen BNI menambah 5 orang menjadi 19 orang.

Saat di konfirmasi dengan pihak PT Pesat Gatra 93, Rival, bahwa 19 karyawannya adalah pekerja yang sudah habis masa kerja (kontrak) dengan pihak BNI.

“Coba baik nya langsung tanya saja ke bagian umum BNI”, kata Rival melalui pesan WhatsApp, karena sedang rapat dan tidak bisa angkat telepon.

“Kalau kami selaku penyalur, anak-anak (karyawan) yang 19 orang itu habis kontrak sesuai tanggal mereka bekerja”, tutup Rival melalui Wa pribadi.

Tanggapan dari Kepala Cabang Utama Bank BNI ,Yahya Marwazi Saat di temui langsung awak media wajahbatam.id

” Status kepegawaian mereka adalah Pegawai Alih Daya (Outsourcing).Jadi yang terikat kontrak kerjasama dengan bank bni adalah vendor. Vendor menyediakan jasa tenaga kerja. Siapapun. Kita butuh 10 orang. ya 10 orang.” Ungkap Yahya Marwazi

“Jadi kami tidak memecat. Karena status kepegawaian nya. Bahwa nanti ada hak dan kewajiban , Kami akan keluarkan , Kami membayar nya bukan orang perorang . Tapi akan membayar melalui vendor. Vendor lah yang membagikan ke orang perorang.” Sambungnya.

Menurut kepala cabang . Mereka tidak memberhentikan . Tapi mengembalikan ke vendor. Sebetulnya tanpa SP pun kami bisa kembalikan . Jadi semua nya kembali ke vendor .

“Pengembalian ke vendor saja”, tekannya kembali yang diaminkan oleh Arif selaku koordinator umum bagian pengamanan BNI Kampung Utama Batam.

Kembali ke tenaga pengaman yang di berhentikan .

“Adapun keluhan dan tuntutan dari mereka adalah gaji, dispensasi, THR atau uang phk belum ada kejelasan”.

(Dnl)

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Continue Reading

Trending