Connect with us

Batam

Mobil Mewah ‘Diselundupkan’ Keluar Batam

Published

on

0 0
Read Time:3 Minute, 21 Second

Laporan : Cak Ta’in Komari, SS.
Ketua Presidium Kelompok Diskusi Anti 86;
Kontributor Wajah Batam

WAJAHBATAM.ID – 14/4/2019 | Fasilitas FTZ yang dimanfaatkan untuk memasukkan mobil mewah ke Batam, ada indikasi diteruskan ke daerah lain alias ‘diselundupkan’ ke luar wilayah Batam. Bukan hanya yang baru masuk 2-3 tahun belakangan, tapi mobil berbagai tahun yang sejak 2000-an ternyata sudah menghilang dari Batam.

Mobil Mewah ‘Bodong’ Hasil Kong Kalingkong

Mobil Toyota Land Cruiser, Mitsubisi Pajero, Toyota Prado, Mitsubisi Strom, Alfard, Land Rover, Rover Ranger, dan lainnya, buatan sekitar tahun 1997 hingga 2010 yang berada di Batam itu sudah menghilang sejak beberapa waktu lalu. Mobil tersebut justru banyak ditemukan di Jakarta, Bandung, Sumatera, Jawa Timur, dan daerah lainnya. Bagaimana mobil tersebut bisa menghilang dari Batam? Jawabannya, mobil-mobil tersebut telah diselundupkan.? Hebatnya, mobil-mobil tersebut telah berplat nopol daerah tertentu tanpa membayar apapun terkait melepaskan statusnya dari Batam.

Kasus mobil mewah ‘bodong’ beberapa tahun lalu sempat heboh karena melibatkan seorang tokoh politik yang sedang menuju suksesi kepemimpinan – Tim Mabes Polri sempat turun menangani masalah ini sekitar tahun 2015 – namun hingga kini perkembangan dan penyelesaian kasusnya tidak diketahui ujungnya. Saat ini mobil mewah kembali marak berkeliaran di Kota Batam, namun ketika nopolnya dicek dalam system online Dispenda Kepri, nopol tersebut tidak ditemukan alias tidak terdaftar alias ‘bodong’. Indikasi lainnya mobil mewah ‘bodong’ lainnya juga diduga telah ‘diselundupkan’ ke luar kawasan Batam seperti Toyota Land Cruiser, Prado, Jeep Rubicon, Jeep Wrangler, Mercedes benz, BMW, Porce, Mini Cooper/Morris, dll.

Berdasarkan pengembangan informasi dari beberapa mantan pemain mobil era tahun 2000-an, pemain mobil mewah ini masihlah orang-orang lama. Sentralnya berada di kawasan Sei Panas – Jl. Laksamana Bintan, Kecamatan Lubuk Baja, Batam. Para ’mafia’ mobil mewah tersebut mengatur alur kedatangan dan pengiriman dikendalikan dari kawasan tersebut. Mobil mewah second dari Singapura, Malaysia bahkan Jepang direkondisi terlebih dahulu di bengkel tersebut sehingga terlihat seperti baru (brand new) sebelum masuk ke dealer-dealer mobil CBU dan dikirim ke daerah lain.

Mafia mobil mewah ini memiliki jaringan yang sangat luas hampir di semua instansi pemerintah baik administratif maupun penegakan hukum, lokal maupun nasional. Mereka dapat mengirimkan mobil dari Batam ke luar daerah dengan sangat mudah karena sudah ada konspirasi jaringan yang dipersiapkan sebelumnya. Bahkan ada indikasi permainan dengan penempatan aparatur tertentu di daerah-daerah tujuan agar mempermudah persoalan administrasi maupun perlindungan hukum.

Keberadaan mobil mewah di Batam yang masuknya secara resmi dan sesuai dengan ketentuan secara hukum memang tidak ada yang dilanggar, tapi beberapa di antaranya yang tidak terdaftar di dispenda tentu tidak membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) kepada pemerintah daerah. Pajak mobil mewah umumnya berada di kisaran angka Rp. 15 hingga 30-an juta pertahun, bahkan lebih besar hingga ratusan juta untuk mobil sport Ferrary, Mustang, Lamborgini dan mobil sport lainnya yang nampak beberapa berkeliaran di jalanan di Kota Batam.

Selain itu, fasilitas bebas bea masuk yang nilainya bisa 2-3 kali lipat dari harga mobil, bebas PPN dan PPnBM tentu menimbulkan potensial loss bagi negara- sementara mobil mewah tersebut bukannya hal yang mampu mendorong pertumbuhan pembangunan kawasan FTZ tersebut. Fasilitas tersebut hanya menguntungkan dan dinikmati segelintir orang. Oleh karena itu, selayaknya patut dievaluasi kembali oleh pemerintah pusat.

Celah, bebas beberapa kewajiban tersebut ternyata dimanfaatkan beberapa oknum yang tergabung dalam jaringan mafia mobil mewah untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Selain membiarkan mobil mewah berkeliaran di jalanan tanpa membayar pajak – mobil-mobil mewah lainnya diduga sudah diselundupkan ke daerah lain. Sayangnya persoalan dugaan penyelundupan mobil mewah tidak pernah ada tindakan hukum yang serius.

Mungkinkah penegakan hukum bisa berjalan berkeadilan, kalau para pembesar dengan seenaknya melanggar aturan? Rakyat kecil dikejar-kejar soal pajak dan retribusi daerah – sementara orang-orang yang secara ekonomi mampu dan banyak duit justru tidak melaksanakan kewajiban namun tidak ada tindakan hukum yang benar. Tapi apapun itu, segala bentuk tindakan yang melanggar dan melawan hukum harus terus disuarakan ke public. Masyarakat bisa dengan mudah mengecek jika menemukan mobil mewah dengan nopol tertentu, apakah terdaftar di dispenda atau tidak alias ‘bodong’.

To be contonue

Foto copyright: ‘throttle.ortizaku’

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Advertisement
Click to comment

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Batam

Pembangunan IPAL BP Batam Atasi Air Tanah Bersih Dari Limbah Air Tinja

Published

on

By

0 0
Read Time:1 Minute, 16 Second

Wajahbatam.id | Batam – Pembangunan Instalasi Pengolagan Air Limbah Domestik (IPAL) oleh BP Batam yang saat ini sudah rampung di 2 wilayah Bengkong dan Batam Centre bertujuan untuk menyelamatkan generasi Kota Batam dari pencemaran lingkungan khususnya air tanah yang sangat dibutuhkan untuk sumber kehidupan berkelanjutan.

Air limbah cair yang berasal dari hasil pembuangan manusia (tinja) merupakan limbah yang dapat dianggap berbahaya untuk kelestarian sumber air yang akan dimanfaatkan manusia dan hewan sebagai kebutuhan dasar untuk kelangsungan hidup jangka panjang.

Air yang tercemar tinja manusia bisa memicu 2 jenis penyakit, yakni water borne disease yang dipicu oleh air yang diminum seperti diare, kolera dan disentri. Sedangkan water washed disease yang dipicu oleh air untuk mandi dan mencuci pakaian , seperti terjadinya infeksi kulit.

Dampak air limbah tinja terhadap kehidupan biota dan tumbuhan juga sangat berpengaruh karena memiliki kandungan zat pencemar pada limbah tinja yang dapat menyebabkan menurunnya kadar oksigen terlarut dalam air yang mengakibatkan kehidupan dalam air yang membutuhkan oksigen terganggu serta mengurangi perkembangannya, dannl lebih fatalnya lagi dapat mengakibatkan kematian karena adanya zat beracun dalam dapat tinja sebagai penyebab kerusakan pada tanaman dan tumbuhan air. Hal itu dapat mengakibatkan matinya bakteri, sehingga proses penjernihan air secara alamiah jadi terhambat.

“Dalam mengantisipasi hal tersebut, BP Batam telah berusaha semaksimalnya melakukan antisipasi untuk jangka panjang, hingga saat ini telah berhasil membangun 2 Instalasi Pengolahan Air Limbah dari 7 instalasi yang direncanakan untuk seluruh Kota Batam”, demikian keterangan Iyus Rusmana yang disampaikan kepada Wajah Batam saat dijumpai di seputaran Batam Centre. (Kamis 11/5/2022)

Selanjutnya: Dampak Limbah Tinja Pada Manusia

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Continue Reading

Batam

TPA Pembuangan Limbah Cair BP Batam Telah Beroperasi

Published

on

By

0 0
Read Time:1 Minute, 15 Second

wajahbatam.id | Batam – Saat ini, instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPAL) di Batam telah dibangun di 2 lokasi Batam yaitu di daerah Bengkong Sadai dan Batam Centre sudah siap menampung limbah pembuangan. Sejak dibangun pertama kali tahun 2019 lalu, volume tinja yang telah masuk di dua wilayah sekitar 20.000 kubik per hari.

Pembangunan IPAL yang dibangun oleh BP Batam selain untuk mengolah tinja dan limbah cair yang timbul secara alami dari kegiatan alam dan proses kehidupan manusia, juga berfungsi untuk mengendalikan air hujan.

Call Center 0811 7700 036

Tempat pembuangan tinja dibangun untuk upaya melindungi kesehatan lingkungan telah memenuhi sanitasi dasar bagi setiap keluarga. Pembuangan kotoran yang baik harus dibuang ke tempat penampungan kotoran. Bangunan yang digunakan untuk membuang dan mengumpulkan kotoran itu tersimpan dalam satu tempat tertentu dan tidak menjadi sarang penyakit seperti penyakit saluran pencernaan (enteric) dan kontaminasi zat racun, penyakit infeksi dari virus seperti hepatitis infektiosa, dan penyakit infeksi cacing seperti schitosomiasis, ascariasis, dan ankilostosomiasis.

Pembuangan tinja manusia yang tidak dikelola secara baik akan berdampak buruk bagi manusia dan lingkungan dimana air limbah tinja dapat merusak lingkungan dan kesehatan bagi manusia. Air limbah tinja yang di buang ke dalam lingkungan (tanah dan badan air)secara tidak benar dapat menimbulkan masalah vektor. Lingkungan seperti selokan dilingkungan perumahan masyarakat akan menjadi tempat berkembang biak nya nyamuk, lalat, tikus dan binatang-binatang menjijikkan lainnya seperti kecoa, karena tempat-tempat tersebut merupakan tempat untuk mendapatkan sumber makanan.

Baca selanjutnya

 

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Continue Reading

Batam

19 Orang Satpam Bank BNI 46 KCU Batam di SP3 kan dan Dikembalikan Ke Vendor

Published

on

By

0 0
Read Time:2 Minute, 12 Second

WAJAHBATAM.ID | BATAM – Bermula Dari WA yang di kirim oleh Admin Pesat Gatra 93 ‘pada tanggal 27/2/2022 pagi sekitar jam 10 an kepada 19 orang security Bank BNI KCU Batam . Untuk dan diharap kehadiran nya pada tanggal 28/2/2022 pukul 8.30.

Pada hari yang di tentukan sebanyak 18 orang berkumpul di depan kantor Pesat Gatra 93 di bilangan Tiban (Ruko Hafindo Square Blok E no 7 Tiban. Di sana mereka di jelaskan bahwa kontrak mereka sudah habis dan akan berhenti kerja pada bulan maret.

Di ceritakan oleh Efrianto Zaluhu . Mengenai masalah kontrak dengan Bank BNI Kampung Utama dimulai oleh Vendor PT Delta Bumi Perkasa. Setelah kontrak PT Delta Bumi Perkasa dengan BNI berakhir tahun 2019 bulan 3 akhir dan di sambung oleh Pesat Gatra 93.

” Pada 1 April tahun 2019. Kami menandatangani kontrak. Berlaku 1 tahun masa kerja dan berakhir 31 April 2020, Setelah itu mereka tidak ada melakukan pembaharuan kontrak kerja lagi sampai berakhir kami bekerja 28 February 2022  . Apa tidak aneh itu ” tutur Efrianto Zaluhu berapi api.

Masih menurut Efrianto Zaluhu, Katanya ada pengurangan 14 orang , Keputusan berasal dari wilayah 02. Ketika ditanya dari mana mereka dapat info . mereka menjawab dari bapak Reza bagian umum (bank BNI*red). Setelah keputusan sampai di Batam , Pihak manajemen BNI menambah 5 orang menjadi 19 orang.

Saat di konfirmasi dengan pihak PT Pesat Gatra 93, Rival, bahwa 19 karyawannya adalah pekerja yang sudah habis masa kerja (kontrak) dengan pihak BNI.

“Coba baik nya langsung tanya saja ke bagian umum BNI”, kata Rival melalui pesan WhatsApp, karena sedang rapat dan tidak bisa angkat telepon.

“Kalau kami selaku penyalur, anak-anak (karyawan) yang 19 orang itu habis kontrak sesuai tanggal mereka bekerja”, tutup Rival melalui Wa pribadi.

Tanggapan dari Kepala Cabang Utama Bank BNI ,Yahya Marwazi Saat di temui langsung awak media wajahbatam.id

” Status kepegawaian mereka adalah Pegawai Alih Daya (Outsourcing).Jadi yang terikat kontrak kerjasama dengan bank bni adalah vendor. Vendor menyediakan jasa tenaga kerja. Siapapun. Kita butuh 10 orang. ya 10 orang.” Ungkap Yahya Marwazi

“Jadi kami tidak memecat. Karena status kepegawaian nya. Bahwa nanti ada hak dan kewajiban , Kami akan keluarkan , Kami membayar nya bukan orang perorang . Tapi akan membayar melalui vendor. Vendor lah yang membagikan ke orang perorang.” Sambungnya.

Menurut kepala cabang . Mereka tidak memberhentikan . Tapi mengembalikan ke vendor. Sebetulnya tanpa SP pun kami bisa kembalikan . Jadi semua nya kembali ke vendor .

“Pengembalian ke vendor saja”, tekannya kembali yang diaminkan oleh Arif selaku koordinator umum bagian pengamanan BNI Kampung Utama Batam.

Kembali ke tenaga pengaman yang di berhentikan .

“Adapun keluhan dan tuntutan dari mereka adalah gaji, dispensasi, THR atau uang phk belum ada kejelasan”.

(Dnl)

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Continue Reading

Trending