Connect with us
BP BATAM LMS

Batam

Klarifikasi dan Hak Jawab Pemberitaan Penggusuran Oleh Ditpam BP Batam di

Published

on

0 0
Read Time:3 Minute, 1 Second

Batam – Sehubungan dengan pemberitaan media siber dengen alamat  wajahbatam.id diterbitkan pada 19 April 2021 oleh Ardie Kontributor Natuna, dengan judul “Oknum Petugas Ditpam BP Batam Duduga Gelapkan Uang Penggusuran Warga”, dengan alamat https://wajahbatam.id/batam/wb-19042021/oknum-petugas-ditpam-bp-batam-diduga-gelapkan-uang-penggusuran-warga/ , bersama ini kami sampaikan klarifikasi sekaligus surat hak jawab atas keberatan kami terhadap pemberitaan yang dilakukan, dengan uraian sebagai berikut:

  1. Kami menyesalkan pemberitaan dimaksud sepenuhnya merupakan bentuk tuduhan yang tidak mengindahkan asas praduga tak bersalah dan opini yang menghakimi tanpa dilakukan verifikasi dan konfirmasi terhadapat pihak terkait. Sebagaimaa diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers dasn Kode Etik Jurnalis, bahwa Pers Nasional melaksanakan peranananya mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat akurat dan benar (pasal 6.c) maka Wartatan Indonesia seharusnya bersikap independen, mengahasilkan berita akurat berimbang dan tidak beritikad buruk.
  2. Kami dapat sampaikan klarifikasi atas ketidakakuratn berita, dengan fakta sebagai berikut:
    a. Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan surat dari PT Sigma Aurora Property (PT. SAP) Nomor: 003/SAP/XII/2020 tanggal 23 Desember 202 perihal Permohonan Tindak Lanjut Penertiban Ruli di Row Jalan Masuk area proyek PT. SAP sebagai perusahaan penerima PL nomor 218020810, Direktorat Pengamanan Aset BP Batam bersama Tim Terpadu Kota Batam telah melaksanakan kegiatan penertiban di ROW jalan 30 area masuk PT. SAP, telah dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
    b. Surat Peringatan Pengosongan lokasi telah dikeluarkan sebanyak 3 (tiga) kali sesuai SOP, yakni:
    – Surat PEringatan I (Pertama) pada tanggal 25 Maret 221 terhitung 26 Maret 2021 s.d 1 April 2021, dan tidak diindahkan oleh para pemilik ruli,
    – Surat Peringatan II (media) terdapat dua orang pemilik ruli yang mengambil yang sagu hati dari perusahaan secara langsung diasaksikan oleh Ditpam Aset BP Batam bertempat di Mako Ditpam.
    – Surat Peringatan III (Ketiga) pada tanggal 6 April 2021 berlaku terhitung tanggal 8 April 2021 s.d 6 April 2021, dan tijdvak juga dilakukan pengosongan terhadap lokasi tersebut.
    – Hingga Surat Perintah Bongkar dikeluarkan pada tanggal 9 April 2021.a. Kami sampaikan bahwa tidak benar bila sagu hati atau uang ganti rugi dari perusahaan kepada pemilik ruli di row 30 nomor PL 21360253 dicairkan melalui Direktorat Pengamanan Aset BP Batam.
    b. Fakta yang ada adalah Direktorat Pengamanan Aset membantu memfasilitasi mediasi dan menyediakan tempat serah terima sagu bati, antara perusahaan PT Sigma Aurora Property dengan pemilik ruli di row 30 area mask proyek.
    c. Sesuai permintaan perusahaan, penyerahan sagu hati dari perusahaan kepada pemilik ruli difasilitasi tempat oleh DItpam Aset di kantor Mako Ditpam. Sesuai bukti dokumentasi, sagu hati diserahkan langusng oleh Perusahaan kepada Pemilik Ruli yang bersedia menerima dan dengan sadar membongkar sendiri ruli mereka. Kami tegaskan Ditpam Aset BP Batam tidak pernah menerima atau mencairkan sendiri uang sagu hati atau ganti rugi dari perusaaan kepada pemilik ruli.
  3. Sebagaimana diatur dalam Kode Etik Jurnalistik pasal 3 bahwa Wartawan Indonesia selalu menguji informasi bearti me lakukan che and rechek tentano kebenaran informasi tersebut, Wartawan Indonesia memberitakn secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, sorta menerapkan praduga tak bersalah, maka apabila peran tersebut tidak dipenuhi oleh wartawan brsangkutan maka brita tersebut dapat Menjadi berita bohong dan fitnah (pasal 4 bitir 1 dan b).
  4. Terkait dengang hal tersebut, kami atas nama BP Batam meminta kepada pimpinan Wajah Batam untuk melakukan klarifikasi dan permohonan maaf kepada Direktorat Pengamanan Aset BP Batam sehubungan dengan pemberitaan dimaksud dalam waktu selambat-lambatnya Jum’at 23 April 2021. Apabila dalam sampai batas waktu tersebut tidak ada klarifikasi permohonan maaf, maka kami akan menempuh tindakan Selanjutnya sesuai ketentuan Dewan Pers.

ttd,

Ka.Biro Humas, Promosi dan Protokoler
Dendi Gustinandar

 

 

 

 

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Advertisement
Click to comment

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Batam

Pembangunan IPAL BP Batam Atasi Air Tanah Bersih Dari Limbah Air Tinja

Published

on

By

0 0
Read Time:1 Minute, 16 Second

Wajahbatam.id | Batam – Pembangunan Instalasi Pengolagan Air Limbah Domestik (IPAL) oleh BP Batam yang saat ini sudah rampung di 2 wilayah Bengkong dan Batam Centre bertujuan untuk menyelamatkan generasi Kota Batam dari pencemaran lingkungan khususnya air tanah yang sangat dibutuhkan untuk sumber kehidupan berkelanjutan.

Air limbah cair yang berasal dari hasil pembuangan manusia (tinja) merupakan limbah yang dapat dianggap berbahaya untuk kelestarian sumber air yang akan dimanfaatkan manusia dan hewan sebagai kebutuhan dasar untuk kelangsungan hidup jangka panjang.

Air yang tercemar tinja manusia bisa memicu 2 jenis penyakit, yakni water borne disease yang dipicu oleh air yang diminum seperti diare, kolera dan disentri. Sedangkan water washed disease yang dipicu oleh air untuk mandi dan mencuci pakaian , seperti terjadinya infeksi kulit.

Dampak air limbah tinja terhadap kehidupan biota dan tumbuhan juga sangat berpengaruh karena memiliki kandungan zat pencemar pada limbah tinja yang dapat menyebabkan menurunnya kadar oksigen terlarut dalam air yang mengakibatkan kehidupan dalam air yang membutuhkan oksigen terganggu serta mengurangi perkembangannya, dannl lebih fatalnya lagi dapat mengakibatkan kematian karena adanya zat beracun dalam dapat tinja sebagai penyebab kerusakan pada tanaman dan tumbuhan air. Hal itu dapat mengakibatkan matinya bakteri, sehingga proses penjernihan air secara alamiah jadi terhambat.

“Dalam mengantisipasi hal tersebut, BP Batam telah berusaha semaksimalnya melakukan antisipasi untuk jangka panjang, hingga saat ini telah berhasil membangun 2 Instalasi Pengolahan Air Limbah dari 7 instalasi yang direncanakan untuk seluruh Kota Batam”, demikian keterangan Iyus Rusmana yang disampaikan kepada Wajah Batam saat dijumpai di seputaran Batam Centre. (Kamis 11/5/2022)

Selanjutnya: Dampak Limbah Tinja Pada Manusia

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Continue Reading

Batam

TPA Pembuangan Limbah Cair BP Batam Telah Beroperasi

Published

on

By

0 0
Read Time:1 Minute, 15 Second

wajahbatam.id | Batam – Saat ini, instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPAL) di Batam telah dibangun di 2 lokasi Batam yaitu di daerah Bengkong Sadai dan Batam Centre sudah siap menampung limbah pembuangan. Sejak dibangun pertama kali tahun 2019 lalu, volume tinja yang telah masuk di dua wilayah sekitar 20.000 kubik per hari.

Pembangunan IPAL yang dibangun oleh BP Batam selain untuk mengolah tinja dan limbah cair yang timbul secara alami dari kegiatan alam dan proses kehidupan manusia, juga berfungsi untuk mengendalikan air hujan.

Call Center 0811 7700 036

Tempat pembuangan tinja dibangun untuk upaya melindungi kesehatan lingkungan telah memenuhi sanitasi dasar bagi setiap keluarga. Pembuangan kotoran yang baik harus dibuang ke tempat penampungan kotoran. Bangunan yang digunakan untuk membuang dan mengumpulkan kotoran itu tersimpan dalam satu tempat tertentu dan tidak menjadi sarang penyakit seperti penyakit saluran pencernaan (enteric) dan kontaminasi zat racun, penyakit infeksi dari virus seperti hepatitis infektiosa, dan penyakit infeksi cacing seperti schitosomiasis, ascariasis, dan ankilostosomiasis.

Pembuangan tinja manusia yang tidak dikelola secara baik akan berdampak buruk bagi manusia dan lingkungan dimana air limbah tinja dapat merusak lingkungan dan kesehatan bagi manusia. Air limbah tinja yang di buang ke dalam lingkungan (tanah dan badan air)secara tidak benar dapat menimbulkan masalah vektor. Lingkungan seperti selokan dilingkungan perumahan masyarakat akan menjadi tempat berkembang biak nya nyamuk, lalat, tikus dan binatang-binatang menjijikkan lainnya seperti kecoa, karena tempat-tempat tersebut merupakan tempat untuk mendapatkan sumber makanan.

Baca selanjutnya

 

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Continue Reading

Batam

19 Orang Satpam Bank BNI 46 KCU Batam di SP3 kan dan Dikembalikan Ke Vendor

Published

on

By

0 0
Read Time:2 Minute, 12 Second

WAJAHBATAM.ID | BATAM – Bermula Dari WA yang di kirim oleh Admin Pesat Gatra 93 ‘pada tanggal 27/2/2022 pagi sekitar jam 10 an kepada 19 orang security Bank BNI KCU Batam . Untuk dan diharap kehadiran nya pada tanggal 28/2/2022 pukul 8.30.

Pada hari yang di tentukan sebanyak 18 orang berkumpul di depan kantor Pesat Gatra 93 di bilangan Tiban (Ruko Hafindo Square Blok E no 7 Tiban. Di sana mereka di jelaskan bahwa kontrak mereka sudah habis dan akan berhenti kerja pada bulan maret.

Di ceritakan oleh Efrianto Zaluhu . Mengenai masalah kontrak dengan Bank BNI Kampung Utama dimulai oleh Vendor PT Delta Bumi Perkasa. Setelah kontrak PT Delta Bumi Perkasa dengan BNI berakhir tahun 2019 bulan 3 akhir dan di sambung oleh Pesat Gatra 93.

” Pada 1 April tahun 2019. Kami menandatangani kontrak. Berlaku 1 tahun masa kerja dan berakhir 31 April 2020, Setelah itu mereka tidak ada melakukan pembaharuan kontrak kerja lagi sampai berakhir kami bekerja 28 February 2022  . Apa tidak aneh itu ” tutur Efrianto Zaluhu berapi api.

Masih menurut Efrianto Zaluhu, Katanya ada pengurangan 14 orang , Keputusan berasal dari wilayah 02. Ketika ditanya dari mana mereka dapat info . mereka menjawab dari bapak Reza bagian umum (bank BNI*red). Setelah keputusan sampai di Batam , Pihak manajemen BNI menambah 5 orang menjadi 19 orang.

Saat di konfirmasi dengan pihak PT Pesat Gatra 93, Rival, bahwa 19 karyawannya adalah pekerja yang sudah habis masa kerja (kontrak) dengan pihak BNI.

“Coba baik nya langsung tanya saja ke bagian umum BNI”, kata Rival melalui pesan WhatsApp, karena sedang rapat dan tidak bisa angkat telepon.

“Kalau kami selaku penyalur, anak-anak (karyawan) yang 19 orang itu habis kontrak sesuai tanggal mereka bekerja”, tutup Rival melalui Wa pribadi.

Tanggapan dari Kepala Cabang Utama Bank BNI ,Yahya Marwazi Saat di temui langsung awak media wajahbatam.id

” Status kepegawaian mereka adalah Pegawai Alih Daya (Outsourcing).Jadi yang terikat kontrak kerjasama dengan bank bni adalah vendor. Vendor menyediakan jasa tenaga kerja. Siapapun. Kita butuh 10 orang. ya 10 orang.” Ungkap Yahya Marwazi

“Jadi kami tidak memecat. Karena status kepegawaian nya. Bahwa nanti ada hak dan kewajiban , Kami akan keluarkan , Kami membayar nya bukan orang perorang . Tapi akan membayar melalui vendor. Vendor lah yang membagikan ke orang perorang.” Sambungnya.

Menurut kepala cabang . Mereka tidak memberhentikan . Tapi mengembalikan ke vendor. Sebetulnya tanpa SP pun kami bisa kembalikan . Jadi semua nya kembali ke vendor .

“Pengembalian ke vendor saja”, tekannya kembali yang diaminkan oleh Arif selaku koordinator umum bagian pengamanan BNI Kampung Utama Batam.

Kembali ke tenaga pengaman yang di berhentikan .

“Adapun keluhan dan tuntutan dari mereka adalah gaji, dispensasi, THR atau uang phk belum ada kejelasan”.

(Dnl)

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Continue Reading

Trending