“Menghapus Kemiskinan dengan Data yang Akurat dan Program yang Tepat Sasaran”
Fokus: Perbaikan basis data, reformasi distribusi bantuan, dan validasi penerima manfaat.
Tren Penurunan Kemiskinan Ekstrem
-
2014: 6,18% penduduk hidup dalam kemiskinan ekstrem.
-
Maret 2024: Turun menjadi 0,83% atau sekitar 2,3 juta jiwa. Antara News
Target Pemerintah
-
Instruksi Presiden No. 4 Tahun 2022: Menargetkan 0% kemiskinan ekstrem pada 2024.
-
Realisasi: Hingga Maret 2024, angka kemiskinan ekstrem berada di 0,83%. KOMPAS.com+1Tempo+1
Tantangan yang Dihadapi
-
Akurasi Data: Masih terdapat kesalahan data dalam program bantuan sosial, menyebabkan bantuan tidak tepat sasaran.
-
Distribusi Bantuan: Bantuan sosial sebesar Rp 300.000 per bulan tidak mempertimbangkan perbedaan biaya hidup antar daerah, seperti di Papua yang memiliki biaya hidup tinggi.
-
Ketimpangan Wilayah: Provinsi seperti Papua Barat (7,67%), Papua (6,43%), dan NTT (3,93%) masih memiliki angka kemiskinan ekstrem di atas rata-rata nasional. Republika Online+5Tempo+5Wakil Presiden Republik Indonesia+5Kementerian Koordinator PMK
Strategi Pemerintah
-
Pengurangan Beban Pengeluaran: Melalui program bantuan dan perlindungan sosial.
-
Peningkatan Pendapatan: Melalui program pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin.
-
Pengurangan Kantong Kemiskinan: Melalui peningkatan sarana dan prasarana permukiman, khususnya di desa dan kawasan perdesaan. Tempo+2Wakil Presiden Republik Indonesia+2kompas.id+2
Proyeksi ke Depan
-
2024: Target realistis penurunan kemiskinan ekstrem berada di kisaran 0,5% – 0,7%.
-
2026: Pemerintah menargetkan nol persen kemiskinan ekstrem tercapai. Kemenko PMK+4Wakil Presiden Republik Indonesia+4Kementerian Koordinator PMK+4Kemenko PMK+7Republika Online+7Tempo+7