Flores Timur, NTT — Meski erupsi besar Gunung Lewotobi Laki-Laki terjadi setahun lalu, dampaknya masih sangat terasa hingga hari ini. Status tanggap darurat masih diberlakukan, sementara upaya rehabilitasi, pembangunan hunian sementara (huntara), perbaikan akses, dan pemulihan sosial-ekonomi terus berjalan di sejumlah desa terdampak.

Gunung Lewotobi Laki-Laki

Gunung Lewotobi Laki-Laki, yang kembali menunjukkan aktivitas erupsi ringan pada bulan lalu, tetap menjadi perhatian utama pemerintah dan masyarakat. Pos Pengamatan Gunung Api mencatat sebaran abu masih terjadi secara periodik, sehingga warga di zona rentan terus diminta waspada.

Menanggapi perkembangan ini, Samuel Finley, B.Sc.PH., MSi., M.Sc.PH., Sekretaris Jenderal Iluni School of Environmental Science Universitas Indonesia, memberikan pandangan sekaligus dorongan moral bagi masyarakat Flores Timur. Sebagai figur yang aktif dalam isu kebencanaan dan kesehatan lingkungan, Samuel menilai bahwa fase pemulihan pascabencana harus dipastikan berjalan cepat dan tepat sasaran.

“Setahun adalah waktu panjang bagi masyarakat untuk menunggu kepastian pemulihan. Proses rehabilitasi harus memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi—mulai dari hunian sementara, air bersih, fasilitas kesehatan, hingga dukungan psikososial,” ujarnya.

Samuel juga menyoroti pentingnya tata kelola kebencanaan yang terintegrasi antara pemerintah daerah, BNPB, akademisi, dan komunitas lokal. Menurutnya, setiap tahap pemulihan tidak boleh hanya berfokus pada membangun ulang, tetapi juga meningkatkan ketahanan masyarakat ke depan.

“Pemerintah perlu memastikan standar keamanan hunian sementara dan percepatan pembangunan hunian tetap. Ini bukan hanya soal fisik, tetapi tentang memulihkan martabat dan kehidupan warga terdampak,” tambahnya.

Ia juga mengapresiasi masyarakat Flores Timur yang tetap kuat dan gotong-royong menghadapi situasi berkepanjangan ini. “Semoga seluruh proses pemulihan dipermudah dan masyarakat diberikan keteguhan. Tetap semangat dan terus ikuti arahan resmi petugas,” tutupnya.

Hingga kini,

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *