Connect with us

Batam

Berpancang Amanah, Bersauh Marwah

Published

on

0 0
Read Time:2 Minute, 43 Second

Batam – Asal usul nama Kepulauan Riau berasal dari nama Riau. Riau diduga berasal kata “riuh” yang berarti ramai. Hal ini dikarenakan daerah Kepulauan Riau dahulunya merupakan pusat perdagangan dan keramaian.

Kemudian nama ini berkembang dengan digunakannya nama Riau pada nama Kesultanan Lingga. Pada masa kolonial, kata Riau dituliskan “Riouw”, sesuai dengan ejaan bahasa Belanda.

Namun, seiring berjalannya waktu, nama Riau digunakan oleh wilayah Kesultanan Siak di daratan Sumatra, sementara Kepulauan Riau memekarkan diri. Kata kepulauan ditambahkan didepan kata Riau karna wilayah yang sebagian besar lautan atau berbentuk
kepulauan. Letak geografis provinsi Kepulauan Riau terbentang dari selat Malaka sampai dengan laut (Natuna) Cina Selatan dan berbatasan langsung dengan Vietnam, Malaysia, Kamboja dan Singapore sebagai pusat perdagangan dunia menjadikan provinsi Kepulauan Riau memiliki peran strategis dalam
Daerah yang mendapat julukan “ Bumi Segantang Lada “dikarenakan negeri ini pernah jaya sebagai penghasil lada (peper). Lada ditanam di Bintan, Batam, Lingga dan daerah lainnya pada abad 19.
Pada saat itu, di beberapa daerah sekitar Pulau Bintan juga banyak lada. dari Pulau Sorek, Pulau Bassing, Sekatap, dan Sungai Dompak dihasilkan 73 pikul hitam dan 7 pikul lada putih. Dari Pulau Rengas dan Kelong juga dihasilkan 17 pikul hitam dan 3 pikul lada putih. Di Berakit, Sungai Sebong Besar dan Pulau Lobam besar dan kecil juga ditanam lada. Hasilnya, 98 pikul lada hitam dan 22 pikul lada putih.

Saat ini Kepulauan Riau mengulang sejarah lama. Petani-petani di Lingga, Bintan dan daerah lainnya kembali menggalakkan menanam lada sehingga julukan “ Negeri segantang Lada” tidak hilang karena waktu. Saatnya kembali mengulang sejarah bahwa rempah berupa lada jadi idaman. Negeri segantang lada yang banyak ladanya.
Kepulauan Riau yang memiliki luas perairan 96% dari daratan memiliki kekayaan alam yang melimpah, khususnya kekayaan laut yang sangat kaya. Kekayaan laut yang sangat kaya ini harus dikelola dengan baik agar dapat dinikmati oleh masyarakat Kepualauan Riau.

Peringatan Hari Jadi Provinsi Kepulauan Riau ke-19 tahun ini mengusung tema “Kepri Sehat Kepri Maju”. Tema ini sesuai dengan tujuan dari Gubernur H Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Hj Marlin Agustina yang mempunyai tagline “Kesehatan Pulih Ekonomi Bangkit”.

Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), H Ansar Ahmad memberikan instruksi untuk memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-19 Provinsi Kepulauan Riau yang jatuh pada Jum’at, 24 September 2021. Instruksi Gubernur Ansar tersebut dikeluarkan melalui surat edaran yang ditujukan ke seluruh Forkompinda Kepri dan Bupati/Walikota se-Kepri.

Universitas Batam merupakan salah satu universitas terbaik dan terbesar di Kepulauan Riau, Univesitas Batam turut serta membangun SDM manusia di Kepulauan Riau. Universitas Batam siap menjadi mitra untuk mewujudkan merdeka berajar kampus merdeka.

Pada hari jadi Kepulauan Riau, Universitas Batam dapat menjadi mitra untuk dapat mewujudkan kerjasama insan Dikti ,dunia usaha dan indurti ( DUDI) untuk mewujudkan pembangunan di Kepulauan Riau.
Kepulauan Riau yang menunjung tinggi nilai dan norma-norma kehidupan bermasyarakat , memiliki pepatah melayu yang terkenal yaitu “Berpancang Amanah Bersauh Marwah” memiliki arti semangat dan tekad serta azam masyarakat Provinsi Kepulauan Riau dalam menuju cita-cita luhurnya yakni masyarakat sejahtera, cerdas dan berakhlak mulia.

Selamat hari jadi provinsi Kepulauan Riau yang ke 19, pada tanggal 24 September 2021. Kepri sehat,Kepri Maju, Kesehatan Pulih dan Ekonomi Bangkit. Semoga dihari jadi Provinsi Kepulauan Riau yang ke 19 ini, masyarakat Kepri menjadi masyarakat yang berakhak mulia, sehat dan ekonomi kembali bangkit di tengah masa pandemic Covid 19 ini yang belum usai

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %

Batam

Siswa/i SMKN 004 Batam Kunjungi Kantor IPAL Batam Centre

Published

on

By

0 0
Read Time:29 Second

WAJAHBATAM.CO.IDFaslingbpbatam – Siswa/i SMKN 004 Batam melakukan kunjungan edukasi tentang pengelolaan Limbah Domestik di Kantor IPAL Batam Centre, Selasa (24/05/2022).

Kehadiran para Siswa/i ini dalam rangka mempelajari proses pengolahan Limbah Domestik, dan Siswa/i juga diberikan edukasi tentang pentingnya mencegah pencemaran Limbah Domestik di lingkungan sekitar agar lingkungan dimasa depan tetap terjaga dengan baik dan sehat.

Dalam kunjungan ini, para siswa disambut dan dilayani dengan ramah oleh para staff kantor IPAL, terlihat staff yang hadir dan memberi arahan diantaranya Jono, David dan Leo.

#bpbatam
#bpbatamsiapmelayani#ipalbatam#WWTP#smkbisa#smkbisasmkhebat#batam#indonesia

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Continue Reading

Batam

Pembangunan IPAL BP Batam Atasi Air Tanah Bersih Dari Limbah Air Tinja

Published

on

By

0 0
Read Time:1 Minute, 16 Second

Wajahbatam.id | Batam – Pembangunan Instalasi Pengolagan Air Limbah Domestik (IPAL) oleh BP Batam yang saat ini sudah rampung di 2 wilayah Bengkong dan Batam Centre bertujuan untuk menyelamatkan generasi Kota Batam dari pencemaran lingkungan khususnya air tanah yang sangat dibutuhkan untuk sumber kehidupan berkelanjutan.

Air limbah cair yang berasal dari hasil pembuangan manusia (tinja) merupakan limbah yang dapat dianggap berbahaya untuk kelestarian sumber air yang akan dimanfaatkan manusia dan hewan sebagai kebutuhan dasar untuk kelangsungan hidup jangka panjang.

Air yang tercemar tinja manusia bisa memicu 2 jenis penyakit, yakni water borne disease yang dipicu oleh air yang diminum seperti diare, kolera dan disentri. Sedangkan water washed disease yang dipicu oleh air untuk mandi dan mencuci pakaian , seperti terjadinya infeksi kulit.

Dampak air limbah tinja terhadap kehidupan biota dan tumbuhan juga sangat berpengaruh karena memiliki kandungan zat pencemar pada limbah tinja yang dapat menyebabkan menurunnya kadar oksigen terlarut dalam air yang mengakibatkan kehidupan dalam air yang membutuhkan oksigen terganggu serta mengurangi perkembangannya, dannl lebih fatalnya lagi dapat mengakibatkan kematian karena adanya zat beracun dalam dapat tinja sebagai penyebab kerusakan pada tanaman dan tumbuhan air. Hal itu dapat mengakibatkan matinya bakteri, sehingga proses penjernihan air secara alamiah jadi terhambat.

“Dalam mengantisipasi hal tersebut, BP Batam telah berusaha semaksimalnya melakukan antisipasi untuk jangka panjang, hingga saat ini telah berhasil membangun 2 Instalasi Pengolahan Air Limbah dari 7 instalasi yang direncanakan untuk seluruh Kota Batam”, demikian keterangan Iyus Rusmana yang disampaikan kepada Wajah Batam saat dijumpai di seputaran Batam Centre. (Kamis 11/5/2022)

Selanjutnya: Dampak Limbah Tinja Pada Manusia

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Continue Reading

Batam

TPA Pembuangan Limbah Cair BP Batam Telah Beroperasi

Published

on

By

0 0
Read Time:1 Minute, 15 Second

wajahbatam.id | Batam – Saat ini, instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPAL) di Batam telah dibangun di 2 lokasi Batam yaitu di daerah Bengkong Sadai dan Batam Centre sudah siap menampung limbah pembuangan. Sejak dibangun pertama kali tahun 2019 lalu, volume tinja yang telah masuk di dua wilayah sekitar 20.000 kubik per hari.

Pembangunan IPAL yang dibangun oleh BP Batam selain untuk mengolah tinja dan limbah cair yang timbul secara alami dari kegiatan alam dan proses kehidupan manusia, juga berfungsi untuk mengendalikan air hujan.

Call Center 0811 7700 036

Tempat pembuangan tinja dibangun untuk upaya melindungi kesehatan lingkungan telah memenuhi sanitasi dasar bagi setiap keluarga. Pembuangan kotoran yang baik harus dibuang ke tempat penampungan kotoran. Bangunan yang digunakan untuk membuang dan mengumpulkan kotoran itu tersimpan dalam satu tempat tertentu dan tidak menjadi sarang penyakit seperti penyakit saluran pencernaan (enteric) dan kontaminasi zat racun, penyakit infeksi dari virus seperti hepatitis infektiosa, dan penyakit infeksi cacing seperti schitosomiasis, ascariasis, dan ankilostosomiasis.

Pembuangan tinja manusia yang tidak dikelola secara baik akan berdampak buruk bagi manusia dan lingkungan dimana air limbah tinja dapat merusak lingkungan dan kesehatan bagi manusia. Air limbah tinja yang di buang ke dalam lingkungan (tanah dan badan air)secara tidak benar dapat menimbulkan masalah vektor. Lingkungan seperti selokan dilingkungan perumahan masyarakat akan menjadi tempat berkembang biak nya nyamuk, lalat, tikus dan binatang-binatang menjijikkan lainnya seperti kecoa, karena tempat-tempat tersebut merupakan tempat untuk mendapatkan sumber makanan.

Baca selanjutnya

 

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %
Continue Reading

Trending