Batam, 9 Agustus 2025 — Partai Gema Bangsa (PGB) kembali menunjukkan gebrakan kreatifnya. Kali ini, lewat ajang bergengsi bertajuk “Gema Cipta Lagu”, partai yang dikenal sebagai pelopor desentralisasi politik ini mengajak seluruh musisi, seniman, komposer, dan pencipta lagu di Indonesia untuk berkarya, menciptakan Mars dan Hymne Gema Bangsa yang akan menjadi lagu wajib partai.
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Sabtu, 9 Agustus 2025, pukul 20.00 WIB secara daring melalui Zoom. Sosialisasi akan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Partai Gema Bangsa, Ahmad Rofiq, sebagai bagian dari rangkaian Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan menuju Deklarasi Nasional PGB.
Menurut panitia, Setiabudi A.C. Nurdin, sayembara ini tidak sekadar mencari lagu, tapi juga mencari suara hati rakyat yang bisa merefleksikan roh perjuangan PGB. Mars dan Hymne ini diharapkan menjadi media penyampaian visi partai kepada masyarakat sekaligus memperkokoh pondasi hubungan emosional antara partai dan rakyat.
Karya Musik untuk Gerakan Politik Modern
Yang membuat sayembara ini istimewa, para peserta diwajibkan memasukkan minimal tiga dari empat frasa berikut ke dalam lirik lagu:
-
“Ada Gema Bangsa”
-
“Gerakan Gema Bangsa”
-
“Desentralisasi Politik”
-
“Semangat Pembaharuan”
Penilaian akan dilakukan bertahap dengan sistem desentralisasi:
-
Seleksi Wilayah — 10 lagu terbaik dari tiap daerah akan dipilih oleh juri wilayah.
-
Seleksi Nasional — 5 juri profesional akan menentukan pemenang utama berdasarkan kesesuaian tema, kekuatan lirik dan nada, kualitas aransemen musik, serta potensi viralitas.
Pemenang tidak hanya akan mendapat pengakuan nasional, tetapi juga hak royalti dari pemakaian lagu tersebut—sebuah terobosan yang akan diperjuangkan PGB sebagai partai pertama di Indonesia yang berpihak pada hak ekonomi pencipta lagu, di tengah pro-kontra kebijakan pemerintah soal hak cipta saat ini.
Partai Digital Pertama di Indonesia
Ajang ini juga menjadi bagian dari louncing aplikasi Gema Bangsa, sebuah platform digital fenomenal yang memungkinkan para kader melakukan berbagai transaksi kebutuhan sehari-hari. Langkah ini menjadikan PGB berpotensi menjadi partai digital pertama di Indonesia yang memadukan politik, teknologi, dan ekonomi kreatif.
“Inilah kesempatan emas bagi para musisi untuk meninggalkan jejak sejarah, mengikat semangat pembaharuan dalam harmoni, dan menggemakan cita-cita Indonesia Mandiri,” ujar Ketua Umum Ahmad Rofiq.
Bagi musisi, seniman, dan pencipta lagu yang ingin bergabung dalam kompetisi musik terbesar di panggung politik nasional ini, informasi pendaftaran dan detail acara dapat diperoleh melalui pengurus PGB di wilayah masing-masing atau kanal resmi Partai Gema Bangsa.
“Saatnya karya musik Anda menjadi napas perjuangan bangsa!”
#GemaSuaraIndonesia #AdaGemaBangsa #DesentralisasiPolitik #SemangatPembaharuan. (Al)